Studi Ekologi Faktor Risiko Perdarahan Persalinan di Indonesia Menggunakan Data Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas kesehatan masyarakat
Abstract
Perdarahan persalinan merupakan komplikasi yang menjadi penyebab utama
kematian ibu secara global. Berdasarkan data SKI 2023, sebanyak 21,4% ibu hamil
mengalami minimal 1 dari 9 komplikasi saat persalinan, komplikasi perdarahan
persalinan sebesar 2%. Menurut data profil kesehatan Indonesia tahun 2023, ibu
yang mengalami perdarahan persalinan sebanyak 45,20%. Terjadinya perdarahan
persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, yaitu faktor individu, faktor
obstetri, dan faktor pelayanan kesehatan. Studi ekologi perlu dilakukan karena
skalanya berupa populasi yang luas serta berfokus pada pola dan tren masalah
kesehatan yang besar, sehingga relevan untuk membuat rekomendasi kebijakan
kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko
kejadian perdarahan persalinan berkaitan dengan faktor risiko individu, faktor
obstetri, dan faktor pelayanan kesehatan di Indonesia tahun 2023 berdasarkan
konteks agregat dengan data laporan SKI.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi ekologi dengan metode
pendekatan analitik observasional. Unit pengamatan analisis adalah 38 provinsi di
Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari data laporan
Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan studi
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji bivariat spearman dan pearson, serta
uji multivariat dengan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kejadian perdarahan persalinan
di Indonesia sebesar 1,5%. Faktor individu pada penelitian ini yaitu berupa status
KEK pada ibu hamil, dengan nilai rata-rata proporsi sebesar 17,1%, sedangkan rata
rata status anemia ibu hamil sebesar 5,8%. Selanjutnya faktor obstetri, yaitu berupa
riwayat obstetri sebelumnya, dengan rata-rata kasus sebesar 7,0% dan metodepersalinan caesar dengan rata-rata sebesar 22,1%. Faktor pelayanan kesehatan ibu
berupa konsumsi TTD<90, kunjungan ANC, penolong persalinan, dan tempat
persalinan. Konsumsi TTD<90 memiliki rata-rata sebesar 59,1%. Kunjungan ANC
memiliki rata-rata sebesar 55,5%. Penolong persalinan oleh tenaga kesehatan
terdapat beberapa kategori, dengan tenaga penolong dominan yaitu pelayanan oleh
dokter kandungan, dengan rata-rata sebesar 33,63%. Tempat persalinan pada
penelitian ini memiliki beberapa kategori, dengan tempat persalinan yang paling
dominan yaitu persalinan pada Rumah Sakit swasta sebesar 20,8%.
Analisis korelasi menunjukkan hasil faktor individu yaitu status KEK tidak
berhubungan signifikan dengan perdarahan persalinan, sedangkan status anemia
berhubungan signifikan dengan perdarahan persalinan. Berdasarkan Faktor obstetri
yaitu riwayat obstetri sebelumnya dan metode persalinan caesar memiliki
hubungan dengan perdarahan persalinan. Pada faktor pelayanan kesehatan, yang
berhubungan signifikan dengan perdarahan persalinan yaitu penolong persalinan
dokter kandungan dan tempat persalinan rumah.
Uji regresi linier berganda melalui tahapan penyaringan variabel yaitu dengan
metode backward elimination. Pada uji ini menghasilkan riwayat obstetri
sebelumnya yang memiliki hubungan signifikan positif dengan perdarahan
persalinan. Selanjutnya faktor pelayanan kesehatan yaitu tempat persalinan praktik
bidan memiliki hubungan positif dengan perdarahan persalinan. Berdasarkan hasil
tersebut menunjukkan faktor risiko yang paling berhubungan dengan perdarahan
persalinan yaitu riwayat obstetri sebelumnya, yaitu dengan koefisien sebesar 0,719.
Penelitian ini menggunakan data agregat yang bersifat kewilayahan bukan
individu, sehingga hasil yang diperoleh menunjukkan asosiasi pada tingkat populasi
dan tidak dapat diinterpretasikan pada tingkat individu. Namun, dalam hal ini juga
diperlukan adanya intervensi dari pemerintah yang komprehensif, serta peningkatan
pencatatan dan pemantauan pada ibu hamil yang berisiko tinggi. Keterbatasan pada
penelitian ini yaitu penggunaan data yang hanya dilakukan pada rentang tahun 2023
sehingga tidak dapat melihat hubungan jangka panjang.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/ferern
