Sensor Gas Array PANi-HCl, PPy-HCl, PANi-GO, PPy-GO, PVA-GO, PVAc-GO Dan Akrilik-GO Untuk Identifikasi Aroma Kopi Robusta
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Sensor gas merupakan alat pendeteksi kuantitas gas yang bekerja dengan
cara menangkap sinyal analog gas lalu merubahnya menjadi sinyal elektronik
dalam bentuk sinyal listrik. Sensor gas memiliki 3 jenis yang berbeda berdasarkan
material penyusunnya yaitu oksida logam, polimer konduktif, dan logam katalik.
Material penyusun yang saat ini banyak dikembangkan adalah polimer konduktif.
Sensor gas berbasis polimer konduktif memiliki sensitivitasnya yang tinggi dan
waktu respon singkat. Konduktivitas dari sensor gas berbasis polimer konduktif
dapat ditingkatkan dengan menambahkan dopping, salah satu dopping yang dapat
digunakan adalah Grafena Oksida (GO). GO memiliki sensitivitas yang tinggi serta
sifat listrik yang sangat baik. Berdasarkan sifat listrik yang baik tersebut, GO dapat
digunakan sebagai material sensor yang menjanjikan.
Sensor gas polimer konduktif dapat dirangkai menjadi sensor array
dengan susunan PANi-HCl, PPy-HCl, PANi-GO, PPy-GO, PVA-GO, PVAc-GO,
Tapioka-GO dan Akrilik-GO. Rangkaian sensor gas polimer konduktif yang
disusun secara array digunakan untuk mengukur uap kopi dari kebun Gumitir,
Sidomulyo, Garahan dan Ledokombo. Sensor tersebut disusun secara plannar
kedalam ruang chamber yang dibuat dari bahan akrilik. Kedelapan sensor yang
tersusun dalam chamber dihubungkan langsung dengan alat pengondisi sinyal yang
akan menghasilkan tegangan sehingga dapat terbaca oleh Arduino Nano.
Pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali pengulangan secara berturut-turut, dimana
setiap pengukuran diambil sebanyak 150 data uap air sebagai baseline, 300 data
uap kopi, dan 150 data recovery baseline. Data yang dihasilkan dari proses
pengukuran berupa nilai tegangan dari masing-masing sensor. Nilai tegangan yang
diperoleh tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan pola respon, waktu
respon, repeatabilitas, reprodusibilitas dan PCA. Hasil yang diperoleh dari pengukuran menunjukkan delapan sensor yang
disusun secara array mampu membedakan aroma kopi dari setiap sampel kopi yang
digunakan. Berdasarkan pola respon yang dihasilkan pada pengukuran serta hasil
dari analisis PCA menunjukkan keempat sampel kopi tersebut berada pada
kuadaran yang berbeda, meskipun letak sampel kopi Ledokombo dan Garahan
berada pada kuadran yang hampir sama namun keduanya tetap dapat dibedakan
dengan jelas. Setiap sensor memiliki waktu respon yang cukup baik yaitu setiap
sensornya memiliki waktu respon dibawah 50 detik. Nilai repeatabilitas semua
sensor memiliki RSD dibawah 5% namun sensor PVA-GO pada kopi Gumitir
memiliki nilai RSD diatas 5%. Nilai reprodusibilitas kedelapan sensor pada minggu
pertama sampai dengan minggu ketiga memiliki nilai RSD dibawah 5%, sedangkan
pada minggu ke 4 terdapat dua sensor yaitu PANi-GO dan PVAc-GO yang
memiliki RSD sebesar 5,9% dan 5,3%.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sensor array yang tersusun dari
sensor PANi-HCl, PPy-HCl, PANi-GO, PPy-GO, PVA-GO, PVAc-GO, Tapioka
GO dan Akrilik-GO dapat membedakan aroma kopi dari kebun Gumitir,
Sidomulyo, Garahan dan Ledokombo berdasarkan pola respon dan hasil PCA.
Waktu respon dan nilai repeatabilitas membuktikan bahwa kinerja dari masing
masing sensor pada sensor array cukup baik. Kinerja dari sensor array akan
menurun ketika digunakan secara berkala dalam jangka waktu satu bulan.
Description
Reupload file repositori 9 februari 2026_PKL Fani/Firli
