Identifikasi Bawah Pemukaan Sistem Panas Bumi di Kompleks Gunung Arjuno Welirang Menggunakan Pemodelan 2D Data Gravitasi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia, dengan kontribusi mencapai 40% dari total global, atau setara dengan potensi energi hingga 28,1 GWe. Salah satu wilayah yang menyimpan potensi panas bumi besar adalah Kompleks Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur. Wilayah ini diperkirakan mampu menghasilkan kapasitas energi hingga 280 MWe. Manifestasi geotermal yang terdapat di kawasan ini meliputi mata air panas, fumarola, dan alterasi hidrotermal, yang menunjukkan adanya sistem panas bumi aktif. Penelitian di kompleks ini memanfaatkan metode gravitasi berbasis data satelit GGMPlus untuk memetakan struktur bawah permukaan. Data GGMPlus, yang memiliki resolusi tinggi dengan spasi antar titik 200 meter, digunakan untuk menganalisis anomali gravitasi regional dan lokal. Analisis ini melibatkan koreksi Bouguer lengkap serta terrain untuk meningkatkan akurasi. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak seperti Global Mapper, Oasis Montaj, dan ZondGM2D untuk menghasilkan model inversi 2D. Hasilnya menunjukkan bahwa zona densitas rendah (1,41–1,84 g/cm³) berada di bawah Gunung Welirang dan sebagian Gunung Arjuno, yang diinterpretasikan sebagai rekahan yang diisi fluida panas. Di sisi lain, zona dengan densitas tinggi (>2,60 g/cm³) mengindikasikan keberadaan intrusi magma yang menjadi sumber panas. Gunung Arjuno memiliki sistem panas bumi lebih dalam dan stabil, sedangkan Gunung Welirang memiliki sistem yang lebih dangkal dan aktif secara vulkanik.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 09

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By