Nyabis Sebagai Tindakan Sosial Masyarakat Desa Tempurejo Jember Sebelum Pengambilan Keputusan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Kebudayaan suku Madura sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di
Desa Tempurejo. Salah satu contoh kebudayaan suku Madura yang sangat eksis
pada masyarakat Desa Tempurejo, yaitu tradisi nyabis. Tradisi nyabis merupakan
suatu kegiatan yang melibatkan kiai sebagai tokoh utama, dimana masyarakat
datang ke rumah kiai untuk sekedar silaturrahmi atau bahkan meminta pendapat
sebelum mengambil sebuah keputusan. Berbagai alasan masyarakat Desa
Tempurejo datang untuk melakukan nyabis kepada kiai, mulai dari alasan hanya
meninta doa, mencari ketenangan batin, solusi masalah sosial, perekonomian,
kesehatan, bimbang dalam menentukan keputusan penting, meminta perlindungan,
melanjutkan tradisi yang sudah ada sejak lama, dan lain-lain.
Adapun masyarakat Tempurejo melakukan nyabis pada karena mereka
menganggap kiai sebagai sosok guru spiritual, tokoh panutan dan memiliki
kedetaan khusus dengan tuhan. Masyarakat Desa Tempurejo sangat bergantung
pada tradisi nyabis ini dalam segala aspek serta permasalahan hidup, beberapa
informan yang melakukan tradisi nyabis sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan jika
seandainya masalah yang di konsultasikan tidak memiliki perkembangan atau justru
memperburuk keadaan, masyarakat tetap melakukan nyabis baik pada kiai yang
sama ataupun mencari kiai lain, tetapi pada intinya mereka tidak akan berhenti
untuk melakukan tradisi nyabis meskipun tradisi ini sudah mengorbankan waktu,
uang, dan tenaga.
Berdasarkan hal tersebut peneliti menetapkan fokus penelitian untuk
menjawab persoalan mengenai bagaimana tradisi nyabis sebelum pengambilan
Keputusan pada masyarakat Desa Tempurejo, Kabupaten Jember. Penelitian ini
menggunakan teori tindakan sosial dari tokoh Max Weber. Metode penelitian yang
digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu masyarkat Tempurejo yang sudah
lama nyabis minimal lima tahun sebagai informan utama dan sesepuh di Desa
Tempurejo sebagai informan tambahan. Selain itu lokasi penelitian, yaitu di Desa
Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Data yang didapatkan selanjutnya diuji keabsahannya dengan
triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pada penelitian ini menggunakan teknik
analisis data dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Tempurejo
melakukan tradisi nyabis disebabkan oleh beberapa hal, seperti permasalahan
kehidupan seperti masalah ekonomi, masalah sosial, dan masalah kesehatan.
Terdapat informan yang mengatakan bahwa melakukan tradisi nyabis ini sebabkan
karena kebiasaan yang sudah lama dilakukan oleh para pendahulunya, sehingga
tradisi ini masih dijalankan hingga saat ini. Selain itu terdapat juga informan yang
mengatakan bahwa melakukan tradisi nyabis disebabkan karena adanya peran yang
kuat dari para kiai. Masyarakat menganggap bahwa para kiai merupakan tokoh
yang dekat dengan tuhan, sehingga masyarakat sangat mengagung-agungkan para
kiai. Selain itu ada juga informan yang melakukan tradisi nyabis disebabkan karena
sudah melakukan berbagai cara namun tidak ada hasil. Analisis teori pada
penelitian ini menujukan bahwa masyarakat Desa Tempurejo dalam melakukan
tradisi nyabis menerapkan teori tindakan sosial berupa Tindakan rasionalitas nilai,
tindakan afektif, dan Tindakan tradisional. Keputusan-keputusan yang dilakukan
masyrakat di Desa Tempurejo untuk melakukan tradisi nyabis ini sesuai dengan
teori tindakan sosial dari tokoh Max Weber.
Description
Reupload file repositori 09 Feb 2026_Maya
