Aplikasi Microwave Assisted Extraction (Mae) Pada Ekstraksi Kulit Kopi Robusta Sebagai Sumber Tanin Alami
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknologi pertanian
Abstract
Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan disektor perkebunan di
Indonesia dengan produksi perkebunan rakyat sebesar 774.000,96 ton dan volume
ekspor mencapai 534,02 ton. Jenis kopi yang banyak diusahakan di Kabupaten
Jember adalah jenis kopi robusta. Perkembangan teknologi meningkatkan
pengolahan dan hasil kopi, baik skala kecil maupun skala industri. Hal ini, tentu
akan menghasilkan produk hasil samping yaitu limbah kulit kopi. Limbah kulit
kopi robusta masih dapat dimanfaatkan kembali karena masih memiliki
kandungan. Kulit kopi robusta juga mengandung sebagian besar antioksidan yaitu
polifenol berupa antosianin, tanin, plavonol, flavan 3-ol, asam hidraksinat, dan
kafrin. Kulit buah kopi robusta memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber
tanin alami dan beberapa senyawa didalamnya berpotensi sebagai sumber
antioksidan. Kadar tanin pada kulit buah kopi robusta dapat diambil dengan cara
mengekstraksi kulit kopi tersebut.
Proses ekstraksi dilakukan dengan jenis pelarut dan tingkat kepolaran yang
sesuai untuk menghasilkan rendemen dan stabilitas ekstrak yang tinggi.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas hasil ekstraksi dapat dilakukan dengan
metode nonkonvensional yaitu Microwave Assisted Extraction (MAE). MAE
merupakan metode ekstraksi menggunakan microwave dengan memanfaatkan
radiasi gelombang mikro. Gelombang mikro yang dihasilkan oleh microwave saat
bekerja bisa mencapai frekuensi 300 MHz–300 GHz. Metode MAE juga dapat
meningkatkan hasil rendemen dalam waktu dan jumlah pelarut yang lebih rendah
dari metode konvensional. Beberapa faktor yang mempengaruhi ekstraksi MAE
adalah jenis pelarut, suhu, rasio bahan dengan pelarut, daya microwave, ukuran
partikel, dan waktu ekstraksiPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Microwave
Assisted Extraction (MAE) dan perbedaan rasio pelarut dan daya (watt) terhadap
karakteristik ekstrak kulit kopi robusta. Selain itu untuk mengetahui perlakuan
terbaik dari metode Microwave Assisted Extraction (MAE) pada perbedaan rasio
pelarut dan daya (watt). Tahapan penelitian yang dilakukan yakni dengan
melakukan ekstraksi kulit kopi robusta menggunakan metode Microwave Assisted
Extraction (MAE). Proses ekstraksi tersebut menggunakan perbandingan rasio
pelarut dan daya (watt). Ekstraksi cair yang dihasilkan selanjutnya dilakukan
beberapa parameter pengujian yakni warna L*; a*; dan b*, rendemen, pH, dan
kadar tanin. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan dengan menggunakan metode
Zeleny. Sampel dengan perlakuan terbaik selanjutnya diolah kembali menjadi
serbuk ekstrak. Serbuk ekstrak yang dihasilkan akan dilakukan pengujian kembali
dengan parameter warna L*; a*; dan b*, kadar air, dan antioksidan.
Hasil penelitian ekstrak cair kulit kopi robusta berpengaruh nyata terhadap
hampir keseluruhan parameter kecuali parameter warna b*. Warna L* pada
ekstrak cair memiliki nilai yang berkisar antara 49,7 – 51,3. Warna a* memiliki
nilai antara -1,8 – 0,7. Warna b* memiliki nilai antara 1,8 – 2,5. Rendemen
dengan kisaran antara 51% - 66%. pH dengan nilai kisaran antara 4,46 – 4,59.
Tanin dengan nilai berkisar antara 20,31 mgTAE/g – 52,41 mgTAE/g. Hasil
tersebut akan diolah kembali untuk menentukan perlakuan terbaik menggunakan
metode Zeleny. Perlakuan terbaik terdapat pada sampel A2B1 (dengan perlakuan
perbandingan rasio pelarut 1:10 dan daya (watt) sebesar 400 watt. Sampel A2B1
memiliki nilai warna L*, a*, dan b* secara berurutan yakni 49,7; -0,5; dan 2,1.
Rendemen dengan nilai 54%. pH dengan nilai sebesar 4,46. Tanin dengan nilai
sebesar 52,41 mgTAE/g. Ekstrak cair terpilih selanjutnya dijadikan serbuk
menggunakan metode foam mat drying. Hasil pengujian serbuk ekstrak yakni
pada kadar air memiliki nilai 4,98%, nilai warna L*, a*, dan b* secara berurutan
yakni 53,5; 52,0; dan 7,0. Nilai antioksidan dengan %inhibisi yakni 50,8%.
Description
Reupload file repository 9 februari 2026_agus/feren
