Show simple item record

dc.contributor.authorErnita Puspitasari
dc.date.accessioned2014-01-23T05:43:30Z
dc.date.available2014-01-23T05:43:30Z
dc.date.issued2014-01-23
dc.identifier.nimNIM011710101039
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/22208
dc.description.abstractJamur kancing (Agaricus bisporus) merupakan tanaman yang kini perkembangannya semakin pesat di Indonesia. Jamur kancing memiliki sifat mudah rusak, sehingga memerlukan penanganan yang tepat pada pasca panen. Pengalengan masih merupakan metode terbaik untuk pengawetan jamur. Pengalengan jamur kacing memiliki tahapan proses yang sangat kompleks, dimana pada setiap tahapan harus dijaga agar tidak menyebabkan kerusakan produk. Pengendalian proses dilakukan dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC), tidak membutuhkan biaya tinggi, tetapi dapat menghasilkan parameter yang cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses sudah sesuai dengan standart yang ditentukan oleh perusahaan dan apakah terjadi penyimpangan mutu pada setiap keluaran proses. Pembahasan SPC dilakukan pada (1) sortasi jamur segar dengan parameter whole:button; non whole: batang panjang; non whole:cap rusak;non whole:tanah pada batang; kerusakan pathologi: cap/batang berlubang; bercak coklat; bercak kuning; bercak hitam; busuk, (2) Analisis semi produk dengan parameter cacat salah iris, pecah/broken, cacat ear/kupingan dan bercak coklat. Pengolahan data dengan menggunakan bagan kendali p, dan (3) Analisis produk jadi, yaitu pemeriksaan produk jadi harian, kualitas inkubasi 37 o C dan 55 C dengan parameter kevakuman dan head space kaleng pada sampel yang diambil dari retort 1,2,3. pengolahan data dengan menggunakan bagan kendali x. Dari hasil olahan data diperoleh: pada sortasi jamur segar sampel pada semua parameter berada pada kondisi terkendali. Pada analisis semi produk, sampel pada semua parameter berada pada kondisi terkendali yang berarti tidak terjadi penyimpangan mutu keluaran proses, sehingga harus terus dikendalikan dengan baik dengan cara memperhatikan proses sebelumnya. Dan proses sudah sesuai dengan standart yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pada analisis produk jadi, semua sampel pada semua parameter berada dalam kondisi terkendali, kecuali pada parameter kevakuman (retort 3) pemeriksaan produk jadi harian sampel pertama terjadi penyimpangan mutu dan pada parameter head space (retort 1) inkubasi 55 o C terdapat satu titik yang melebihi batas kendali atas, namun masih dapat diterima. Sehingga perlu pengendalian ketat dengan memperhatikan proses sebelumnya dengan seksama sehingga standart perusahaan dapat terus tercapai.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries011710101039;
dc.subjectSTATISTICAL PROCESS CONTROL, PENGALENGAN, JAMUR KANCINGen_US
dc.titlePENERAPAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PENGALENGAN JAMUR KANCING (Agaricus bisporus) (Studi Kasus di PT. SURYAJAYA ABADIPERKASA, Probolinggo)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record