Komparasi Biaya dan Pendapatan Usahatani Bawang Merah Sistem Konvensional dan Sistem Light Trap di Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dibudidayakan di Kecamatan Tegaldlimo. Produktivitas bawang merah di Kecamatan Tegaldlimo cukup baik karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi bawang merah yang difokuskan untuk percontohan pertanian semi organik di Kabupaten Banyuwangi. Terdapat dua desa yang dikenal sebagai penghasil bawang merah di daerah tersebut yaitu Desa Kedungwungu dan Desa Kedunggebang. Namun, metode pencegahan hama yang digunakan pada kedua desa tersebut berbeda, di Desa Kedungwungu petani sudah menggunakan teknologi light trap sedangkan di Desa Kedunggebang petani masih menggunakan metode konvensional. Teknologi light trap dinilai mampu meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya produksi bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan biaya dan pendapatan usahatani bawang merah yang menggunakan sistem konvensional dan sistem light trap serta faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode secara disengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitik. Metode pengambilan sampel menggunakan disproportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 46 orang, yang terdiri dari 11 orang petani sistem kovensional dan 35 orang petani sistem light trap. pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Komparasi biaya dan pendapatan usahatani dianalisis menggunakan uji beda Mann-Whitney dan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rata-rata biaya usahatani bawang merah yang menggunakan sistem light trap dan sistem konvensional adalah sebesar Rp. 4,449.220/Ha. Pada hasil uji beda Mann-Whitney, perbedaan rata-rata biaya usahatani tersebut terdapat perbedaan secara signifikan. Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani bawang merah yang menggunakan sistem light trap dan sistem konvensional adalah sebesar Rp.24.633.041/Ha. Pada hasil uji beda MannWhitney, perbedaan rata-rata pendapatan usahatani tersebut terdapat perbedaan secara signifikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang berpengaruh positif secara nyata menaikkan pendapatan adalah variabel biaya harga jual, sedangkan variabel biaya ternaga kerja berpengaruh negatif secara nyata. Variabel luas lahan dan teknologi tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan.

Description

Reuploud file repositori 6 Feb 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By