Pemodelan dan Simulasi Pola Keruntuhan pada Rencana Pembongkaran Bangunan Gedung dengan Program Bantu Abaqus

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

Demolisi adalah proses penghancuran atau pembongkaran suatu struktur bangunan, yang melibatkan penggunaan alat dan metode tertentu. Tahapan ini merupakan fase terakhir dalam siklus proyek konstruksi. Demolisi atau pembongkaran secara garis besar terbagi menjadi 2 metode yaitu metode top down dan bottom up. Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam rencana pembongkaran. Adapun beberapa hal tersebut antara lain tinggi bangunan, lokasi bangunan, material yang digunakan, dan lain-lain. Perlu ada perencanaan yang tepat agar arah keruntuhan bangunan saat dibongkar tidak merusak fasilitas disekitarnya. Arah keruntuhan dapat dianalisis menggunakan software yang berbasis elemen hingga atau Finite Element. Secara garis besar simulasi arah keruntuhan dilakukan dengan cara memodelkan bangunan gedung yang ditinjau. Kemudian menghilangkan beberapa struktur yang nantinya akan memberikan respon arah keruntuhan dari bangunan tersebut. Pada penelitian ini struktur yang dihilangkan adalah kolom. Konsep “Strong Column Weak“ menjadi landasan dari pemilihan struktur yang akan dihilangkan. Kolom merupakan struktur yang menerima beban paling besar sebelum diteruskan menuju pondasi, sehingga jika kolom dihilangkan maka beban dari balok dan plat tidak akan terdistribusi sehingga struktur tersebut menahan beban berlebih. Jika kapasitas struktur kurang dari beban yang diterima maka akan terjadi kegagalan. Pemodelan dan analisis gedung secara utuh atau saat gedung dalam kondsi normal menggunakan Abaqus dilakukan untuk menentukan titik kolom yang memiliki beban paling besar.Kolom tersebut menjadi acuan dalam proses penghilangan kolom. Analisis struktur dilakukan kembali dengan kondisi beberapa kolom dihilangkan. Output pada Abaqus berupa warna yang menunjukan besarnya deformasi dan displacement. Dari hasil pengujian dengan menghilangkan 10 struktur kolom interior didapatkan output berwarna merah di area kolom tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perpindahan posisi yang cukup besar karena hilangnya tumpuan/kolom dibawahnya sehingga beban tidak dapat tersalurkan dengan baik. Dengan demikian arah keruntuhan pada Gedung yang ditinjau mengarah pada kolom yang dihilangkan/menuju ke area kolom interior.

Description

Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By