Penolakan Pembangunan Gereja Pantekosta El-Shaddai di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang Tahun 2005-2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Skripsi ini mengkaji tentang Penolakan Pembangunan Gereja Pantekosta Di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang Tahun 2005-2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan latar belakang adanya penolakan, menjabarkan proses terjadinya penolakan pembangunan Gereja Pantekosta dan menganalisis dampak yang ditimbulkan dari adanya penolakan pembangunan Gereja Pantekosta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi agama dan teori struktural fungsional. Penolakan pembangunan Gereja Pantekosta disebabkan karena adanya peraturan SKB 2 Menteri. Masyarakat mayoritas Islam di Desa Tempeh Tengah meyakini pembangunan gereja tersebut tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kesalah pahaman tersebut berakar dari ketidak pahaman masyarakat sekitar tentang keberadaan gereja dan aktivitas ibadah yang dilakukan jemaat. meskipun gereja tersebut telah beroperasi sejak lama. Ketegangan semakin meningkat ketika isu mengenai IMB muncul, di mana masyarakat menuntut agar segala bentuk pembangunan harus memiliki izin resmi dari pemerintah.
Description
Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra
