mplementasi LKPD Berbasis PBL Berbantuan PhET Simulation Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Peserta Didik XI BIC 2 MAN 1 Jember Pada Pokok Bahasan Gas Ideal
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
MAN 1 Jember sebagai sekolah tempat Asistensi Mengajar (ASJAR)
menetapkan nilai sebesar 82 sebagai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), nilai
tersebut relatif cukup tinggi jika dibandingkan dengan nilai KKM di sekolahsekolah
pada umumnya. Rendahnya aktivitas belajar yang disebabkan oleh metode pengajaran
yang berpusat kepada guru membuat hasil belajar peserta didik kelas XI BIC 2
menjadi rendah. Cara yang digunakan guru dalam mengatasi rendahnya hasilbelajar
peserta didik adalah dengan memberikan LKPD yang isinya latihan soal
biasa, cara ini kurang efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta
didik. Lebih lanjut, rendahnya hasil belajar fisika juga disebabkan oleh materi fisika
yang abstrak sehingga membuat peserta didik kesulitan dalam memahami materi
pembelajaran, hal ini diperparah dengan alat laboratorium sekolah yang terbatas
jika materi fisika bersifat abstrak. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik melalui implmentasi Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan
PhET Simulation.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). PTK merupakan sebuah penelitian yang dilakukan karena perubahan
perilaku yang tidak semestinya dalam lingkungan belajar, sehingga tujuan dari PTK
adalah untuk membentuk kembali lingkungan belajar serta mengatasi permasalahan
yang dihadapi selama proses belajar mengajar. Penelitian ini terdiri dari 4 tahapan
yakni Planning, Acting, Observing, and Reflecting. Tahapan-tahapan ini dapat
berulang menjadi beberapa kali siklus hingga tujuan yang diinginkan tercapai.
Aktivitas belajar peserta didik dinilai oleh observer selama kegiatan pembelajaran
menggunakan angket aktivitas belajar. Sedangkan hasil belajar peserta didik
diperoleh dari nilai pretest dan posttest. Selain itu, guru dan peserta didik
diwawancara untuk mendapatkan data pendukung penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1 aktivitas belajar peserta
didik berada pada kategori sangat aktif dengan persentase sebesar 86,78%. Pada
siklus 2 aktivitas belajar peserta didik berada dalam kategori sangat aktif dengan
persentase 90,22%. Dan pada siklus 3 aktivitas belajar peserta didik berada dalam
kategori sangat aktif dengan persentase sebesar 93,22%. Hasil belajar peserta didik
pada siklus 1 sebesar 76,4 dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 0,30 yang masuk
ke dalam kategori sedang, rincian peserta didik yang tuntas secara individu sebesar
14 atau 56%, hal ini mengindikasikan bahwa pada siklus 1 aktivitas belajar naik
namun hasil belajar belum tuntas baik secara individu atau klasikal. Pada siklus 2
sebesar 57,2 dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 0,09 nilai N-Gain tersebut
masuk ke dalam kategori rendah dan tidak ada peserta didik yang tuntas, hal ini
disebabkan oleh kurangnya dampingan dan bimbingan guru, sehingga peserta didik
mengerjakan LKPD berbasis PBL dengan cara yang salah. Pada siklus 3 nilai hasil
belajar sebesar 88 dengan nilai N-Gain sebesar 0,57 yang masuk ke dalam kategori
sedang dengan rincian 19 atau 76% peserta didik tuntas secara individu, hal ini
mengindikasikan bahwa pada siklus 3 aktivitas belajar naik dan hasil belajar tuntas
baik secara individu atau klasikal.
Implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based
Learning (PBL) berbantuan PhET Simulation dapat meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar peserta didik. Namun, hal tersebut harus didukung dengan bimbingan
dan dampingan oleh guru agar aktivitas dan hasil belajar peserta didik maksimal.
Description
upload by Teddy_6/2/2026
