Pengalaman Kemandirian Hidup Penyandang Disabilitas Intelektual Sebagai Mahasiswa Kos
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna mengenai
pengalaman kemandirian hidup seorang penyandang disabilitas intelektual dalam
menjalani peran sebagai mahasiswa kos. Fokus penelitian diarahkan pada
bagaimana pengalaman masa lalu dan masa kini dapat membentuk dan
memotivasi kemandirian seorang penyandang disabilitas intelektual untuk mampu
mandiri dalam kehidupan perkuliahan dan aktivitas sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara
mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan pokok dalam penelitian ini
yakni mahasiswa penyandang disabilitas intelektual ringan yang menjalani
kehidupan sebagai mahasiswa rantau dan tinggal di rumah kos secara mandiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman hidup bersama keluarga,
kehidupan di panti asuhan dan sistem pendidikan di sekolah luar biasa menjadi
pondasi penting dalam pembentukan kemandirian penyandang disabilitas
intelektual. Keluarga selalu memberikan dukungan emosional, material ataupun
instrumental yang mampu menciptakan rasa nyaman bagi penyandang disabilitas
intelektual untuk berinteraksi walaupun keterpisahan tempat tinggal. Kehidupan di
panti asuhan membiasakan penyandang disabilitas intelektual untuk tidak
bergantung pada orang lain dalam penyelesaian masalahnya. Sistem pendidikan di
sekolah luar biasa mampu memberikan ruang bagi pengembangan potensi
penyandang disabilitas intelektual secara optimal. Pendidikan kemandirian yang
didapatkan secara intens sejak usia dini memberikan pengaruh pada kesiapan
penyandang disabilitas intelektual untuk menghadapi kehidupan mandiri di masa
depan. Pengalaman ketika menjadi mahasiswa, baik di awal perkuliahan ataupunketika tinggal di rumah kos juga turut berperan dalam peningkatan motivasi
kemandirian penyandang disabilitas intelektual. Kehidupan sebagai mahasiswa
awal berjalan dengan minimnya interaksi antara mahasiswa penyandang
disabilitas intelektual dengan penghuni di panti asuhan tempatnya tinggal,
sehingga mahasiswa penyandang disabilitas intelektual dituntut untuk
menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Kehidupan di rumah kos berjalan
sebaliknya, dukungan yang sebelumnya tidak didapatkan di panti asuhan mampu
diperoleh dari teman sebaya di rumah kos. Dukungan sosial dari orang-orang
sekitar merupakan kunci utama dalam membantu penyandang disabilitas
intelektual untuk mengatasi tantangan adaptasi di lingkungan ataupun sistem
kehidupan yang baru sehingga memperkuat motivasi kemandirian.
Kesimpulan dari penelitian ini yakni; proses kemandirian merupakan hasil
dari pengalaman masa lalu yang memiliki kesinambungan dengan tindakan
individu dalam merespon pengalaman baru. Lingkungan yang bersifat suportif
merupakan kunci utama dalam hal peningkatan motivasi kemandirian bagi
mahasiswa penyandang disabilitas intelektual.
Description
Reupload file repository 6 februari 2026_agus/feren
