Show simple item record

dc.contributor.authorVinna Nour Windaryati
dc.date.accessioned2014-01-20T07:50:24Z
dc.date.available2014-01-20T07:50:24Z
dc.date.issued2014-01-20
dc.identifier.nimNIM031710101046
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/18610
dc.description.abstractManajemen persediaan bahan baku merupakan hal yang penting dalam suatu kegiatan produksi. Berapa banyak bahan baku yang harus disediakan, ditentukan oleh berapa jumlah produk yang akan diproduksi pada suatu periode tertentu. Penentuan formulasi kebutuhan bahan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menentukan perencanaan persediaan bahan baku pada suatu periode dalam suatu proses produksi. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam penentuan formulasi kebutuhan bahan adalah metode regresi linier berganda. Pabrik Gula Pandjie merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kegiatan produksi adalah melakukan proses pengolahan gula tebu dan berada dibawah naungan PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero). Dalam kegiatan produksi gula tebu, permasalahan yang sering dihadapi adalah terjadinya penumpukan bahan baku tebu di lapangan dan emplacement akibat manajemen tebang angkut yang kurang terkoordinasi dan kurang optimal. Adanya penumpukan bahan baku tersebut menyebabkan kualitas tebu mengalami penurunan, karena tebu merupakan bahan hasil pertanian yang sangat rentan mengalami kerusakan akibat pengaruh lingkungan dan hal ini berpengaruh terhadap penanganan dalam pengolahannya menjadi gula termasuk dalam penambahan bahan-bahan pembantu selama proses pengolahan. Selain itu, manajemen tebang angkut tebu yang kurang optimal dapat menurunkan kualitas rendemen, karena tebu jika ditebang pada saat umur tebu belum optimal nilai rendemennya akan kecil. Nilai rendemen yang kecil berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas gula yang dihasilkan serta berpengaruh pula terhadap jumlah bahanbahan pembantu yang harus ditambahkan pada proses pengolahan gula. Berdasarkan viii permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan penelitian tentang manajemen persediaan bahan baku pada proses pengolahan gula tebu di Pabrik Gula Pandjie Situbondo untuk mencari formulasi persediaan bahan baku yang tepat pada proses pengolahan gula. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan formulasi jumlah tebu tergiling, bahan pembantu (kapur tohor, belerang, flokulan dan nilai rendemen untuk mencapai produksi gula SHS yang optimum pada musim giling tahun 2003 sampai 2007 (1), menentukan formulasi persediaan bahan baku terbaik agar dicapai produksi gula SHS yang paling optimum yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan jumlah persediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk musim giling tahun 2008 (2). Analisis data yang digunakan yaitu data-data tentang volume tebu tergiling, nilai rendemen, volume kapur tohor, volume belerang, volume flokulan dan volume gula SHS pada musim giling tahun 2003 sampai tahun 2007. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Formulasi persediaan bahan baku yang terbaik dan paling optimal adalah pada tahun 2006 dengan persamaan garis regresi: 883.1030.0840.28101.0658.201181.1627 XXXXXY ++-++-= , dengan R = 0,994 dan hasil uji F berbeda nyata, serta produksi gula SHS paling optimal sebesar 54321 1767,5 pada periode 10 dengan formulasi bahan baku nilai rendemen 7,24, dan jumlah persediaan bahan baku yang harus dipesan untuk tebu tergiling sebesar 22685,9 ton, kapur tohor 28,2 ton, belerang 12430 kg serta pemakaian flokulan sebanyak 50 kg.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries031710101046;
dc.subjectPROSES PENGOLAHAN GULA TEBU (Saccharum officinarum L)en_US
dc.titleMANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PROSES PENGOLAHAN GULA TEBU (Saccharum officinarum L) (STUDI KASUS DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA “PANDJIE” SITUBONDO)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record