Aktivasi Biochar Serbuk Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni) Menggunakan NaOH untuk Adsorpsi Ion Nitrat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Biochar merupakan material berpori yang diperoleh melalui proses pirolisis
biomassa dengan menggunakan suplai oksigen terbatas. Biochar dapat ditingkatkan
kinerjanya atau diaktivasi, sehingga menjadi biochar teraktivasi dengan memiliki
luas permukaan dan sifat porositas yang lebih dari dari biochar tanpa aktivasi.
Struktur pori pada internal biochar aktif memiliki sifat adsorpsi yang baik sehingga
sering dimanfaatkan sebagai adsorben. Salah satu aplikasinya yakni untuk adsorpsi
ion nitrat. Pencucian nitrat oleh aliran air sering terjadi karena sifat mudah terlarut
ion nitrat sehingga perlu adanya adsorben salah satunya dengan biochar. Tujuan
dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh aktivator NaOH pada biochar
teraktivasi terhadap sifat fisikokimia dan kemampuan adsorpsi ion nitrat.
Penelitian dilakukan beberapa tahapan yaitu proses pirolisis, aktivasi
biochar, analisis sifat fisikomia biochar teraktivasi dan studi adsorpsi terhadap
nitrat. Metode pirolisis yang digunakan yakni pirolisis lambat (280oC-400oC)
selama 6 jam. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk kayu
mahoni. Komponen dari serbuk kayu mahoni yaitu selulosa 47,26%, hemiselulosa
27,37%, dan lignin 25,82%. Aktivasi biochar pada penelitian ini dilakukan dengan
metode aktivasi kimia dengan menggunakan NaOH. Aktivasi dilakukan dengan
variasi konsentrasi NaOH 0; 0,25; 0,5; 1 dan 2 M selama 12 jam. Aktivasi bertujuan
untuk membuka lebih banyak pori-pori biochar sehingga kemampuan adsorpsinya
meningkat. Analisis gugus fungsi dilakukan menggunakan FTIR (Fourier
Transform Infra Red) pada rentang bilangan gelombang 400-4000 cm-1. Analisis
kadar air bertujuan untuk mengetahui kandungan air yang terkandung pada biochar
dengan acara memanaskan biochar dalam oven hingga mendapatkan berat yang
konstan. Analisis selanjutnya yakni analisis kadar abu yang bertujuan untuk mengetahui sisa abu yang terdapat dalam biochar. Analisis terakhir yakni analisis
bilangan iodin yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi biochar
teraktivasi. Penentuan model adsorpsi pada biochar teraktivasi yakni dengan model
isotherm Langmuir dan isotherm Freundlich.
Analisis sifat fisikokimia dari biochar meliputi analisis FTIR, kadar air,
kadar abu dan bilangan iodin. Hasil FTIR pada biochar yang telah diaktivasi yakni
serapan C=O karbonil pada bilangan gelombang ~1701 cm-1, gugus fungsi C=C
aromatik yang teridentifikasi pada bilangan gelombang ~1576 cm-1 pada biochar
teraktivasi dan gugus fungsi C-O pada bilangan gelombang ~1104 cm-1. Hasil
analisis biochar teraktivasi seperti kadar air, kadar abu dan bilangan iodin
menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi meningkat dengan bertambahnya
konsentrasi aktivator dan hasil optimum didapatkan pada biochar teraktivasi
dengan konsentrasi aktivator NaOH 0,5 M serta cenderung menurun pada
konsentrai 1 M dan 2 M. Nilai optimum pada kadar air sebesar 0,998%, kadar abu
sebesar 1,193%, dan bilangan iodin sebesar 1154,85 mg/g. Studi adsorpsi dilakukan
dengan menentukan waktu kesetimbangan masing-masing biochar teraktivasi
dilanjutkan dengan penentuan kinetika adsorpsi dan model isotherm adsorpsi. Hasil
menunjukkan waktu awal mulai kesetimbangan diperoleh masing-masing biochar
teraktivasi adalah 30 menit. Model kinetika adsorpsi yang didapatkan yakni model
pseudo-second-order (PSO). Model isotherm adsorpsi masing-masing biochar
teraktivasi mengikuti model isotherm Freundlich yang menunjukkan bahwa proses
adsorpsi terjadi secara multilayer.
Description
Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim
