Hubungan Sanitasi dan Higiene Perorangan dengan Seroprevalensi Toksoplasmosis pada Ibu Hamil di Puskesmas Kaliwates dan Banjarsengon

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi pada hewan yang dapat ditularkan ke manusia. Sanitasi dan higiene perorangan merupakan faktor risiko penyebab toksoplasmosis. Sebagian besar wanita dengan toksplasmosis asimtomatik. Toksoplasmosis dapat ditularkan oleh ibu hamil ke janinnya. Toksoplasmosis pada kehamilan dapat mengakibatkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kelahiran hidup dengan malformasi (toksoplasmosis kongenital) seperti hidrosefalus, kalsifikasi intrakranial, dan korioretinitis. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jember tahun 2023, 505 Kepala Keluarga (KK) di Puskesmas Kaliwates dan 2.829 Kepala Keluarga (KK) di Puskesmas Banjarsengon masih memiliki akses sanitasi yang belum layak. Lebih dari 30% Kepala Keluarga (KK) masih belum memiliki perilaku higiene yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan sanitasi dan higiene perorangan dengan seroprevalensi toksoplasmosis pada ibu hamil di Puskesmas Kaliwates dan Banjarsengon. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juli 2024- Januari 2025 di Puskesmas Kaliwates, Puskesmas Banjarsengon, dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Subjek penelitian sebanyak 65 ibu hamil di Puskesmas Kaliwates dan Banjarsengon. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-random sampling yaitu accidental sampling. Pengambilan data melalui wawancara langsung, buku kesehatan ibu dan anak, dan pengambilan darah ibu hamil. Pemeriksaan serologis IgM dan IgG Toxoplasma gondii menggunakan kit Toxoplasma IgM dan IgG ELISA dari Calbiotech®. Analisis data menggunakan uji chi-square dan fisher’s exact dari aplikasi SPSS untuk mengetahui hubungan variabel sanitasi dan higiene perorangan dengan seroprevalensi toksoplasmosis. Hasil penelitian ini menunjukkan 77% ibu hamil terdeteksi positif toksoplasmosis yang meliputi IgM positif, IgG positif, IgM dan IgG positif. Mayoritas ibu hamil memiliki sanitasi dan higiene perorangan dengan kategori baik berturut-turut sebesar 87,7% dan 90,8%. Berdasarkan hasil uji fisher’s exact, variabel tingkat sanitasi (p = 0,669) dan tingkat higiene perorangan (p = 0,322) tidak berhubungan dengan seroprevalensi toksoplasmosis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sanitasi dan higiene perorangan ibu hamil di Puskesmas Kaliwates dan Banjarsengon tidak berhubungan signifikan dengan seroprevalensi toksoplasmosis. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah meningkatkan jumlah sampel penelitian dan menambahkan faktor sumber air yang dikonsumsi, perilaku membersihkan rumah, dan penggunaan APD agar penilaian terhadap sanitasi dan higiene perorangan menjadi lebih optimal

Description

Reupload file repository 5 Februari 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By