Pengembangan Board Game “MEERA” sebagai Upaya Mempersiapkan Menarche pada Siswi Sekolah Dasar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Usia menarche pada anak perempuan di Indonesia mengalami penurunan
dari rata-rata 14,14 tahun menjadi 9 tahun. Studi pendahuluan yang dilakukan pada
siswi SD berusia 10-12 tahun yang belum mengalami menstruasi menunjukkan
bahwa sebagian besar anak merasa bingung, belum siap, dan takut menghadapi
menarche. Ketidaksiapan ini perlu diatasi dengan pemberian informasi yang tepat
mengenai kesehatan menstruasi. Salah satu media edukasi yang efektif adalah
board game karena dapat meningkatkan pengetahuan anak dengan cara yang
menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Board Game
MEERA sebagai upaya mempersiapkan menarche pada siswi sekolah dasar.
Penelitian ini menggunakan desain Research and Development dengan
pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Jember, khususnya di
SD Al-Furqan. Informan dipilih menggunakan teknik purposive. Pada tahap design
strategy terdapat Penyuluh KB sebagai informan kunci serta Staf KBKS DPPPAKB
dan Ahli Promosi Kesehatan Puskesmas Jember Kidul sebagai informan utama.
Pada tahap test terdapat Guru BK sebagai informan kunci, Desainer Board Game
dan Ahli Kesehatan Reproduksi sebagai informan utama, serta 8 orang siswi kelas
4 sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
pada informan ahli serta kombinasi FGD dan observasi tidak terstruktur pada
informan tambahan. Hasilnya dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan
Huberman dengan pengkodingan yang dilakukan secara manual. Kredibilitas data
dilakukan melalui member check, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik,
sedangkan dependabilitas data dilakukan dengan audit oleh dosen pembimbing.
Penelitian ini dilakukan pengujian terhadap etik penelitian dengan nomor
2988/UN25.8/KEPK/DL/2025.
Hasil penelitian dibagi menjadi 3 tahap, yakni design strategy, create, dan
test. Hasil tahap design strategy terdiri dari audiens edukasi menstruasi adalah anak perempuan usia 9-12 tahun, baik yang belum maupun yang sudah mengalami
menstruasi, dengan tujuan komunikasi ditetapkan melalui metode SMART
(Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time Bound) berupa peningkatan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengenai menstruasi. Pendekatan dan
penempatan program edukasi menstruasi menggunakan media Board Game
MEERA yang disebarbarluaskan di sekolah melalui pembelajaran life skill atau P5.
Keseluruhan implementasi akan dilakukan sejak Maret-Juni 2025. Tahapan create
menghasilkan Board Game MEERA yang dirancang untuk anak perempuan 9 tahun
ke atas dengan pemain berjumlah 3-8 orang berdurasi 30-45 menit dan fokus pada
pencapaian kompetensi pengetahuan dasar menstruasi, kebersihan menstruasi, dan
penanganan nyeri. Tema yang digunakan yakni misi kenali menstruasi bergenre
adventure-social dengan aturan permainan yakni pemain harus menyelesaikan
misi-misi secara berurutan. Board Game MEERA menggunakan mekanik
permainan matching dan set collection. Prototipe dari Board Game MEERA
dikembangkan menggunakan aplikasi Adobe Illustrator dan Canva. Board game
yang selesai didesain akan dinilai oleh informan ahli yang telah ditentukan dan
diujicobakan kepada siswi kelas 4 SD. Penilaian mencakup materi, komponen,
mekanisme, dan desain visual permainan. Hasil penelitian menunjukkan materi
yang digunakan terlalu banyak dan masih menggunakan kalimat yang sulit
dipahami anak SD. Komponen, tema dan, mekanik permainan juga perlu
disesuaikan agar relevan dengan anak SD. Mekanisme permainan terlalu sulit dan
membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga diperlukan modifikasi untuk
menyelesaikan misi. Desain visual sudah cukup menarik dari segi penempatan tata
letak, penggunaan warna, dan penggunaan ilustrasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah Board Game MEERA telah
dikembangkan berdasarkan tahapan design strategy dan create and test dengan
melibatkan beberapa informan yang sesuai bidang keahliannya. Hasilnya diketahui
bahwa permainan ini menarik dan berpotensi menjadi media edukasi menstruasi
untuk anak perempuan yang dapat digunakan di sekolah maupun instansi kesehatan.
Namun, penelitian ini masih membutuhkan revisi pada media dan mekanisme
permainan agar lebih layak digunakan dan dimainkan secara luas di Indonesia.
Description
Reupload File Repositori 5 Februari 2026_Yudi/Rega
