Stilistika dalam Novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq dan Pemanfaatannya sebagai Materi Pembelajaran Sastra di SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepengarangan Pidi
Baiq dalam novel Helen dan Sukanta melalui kajian stilistika yang mencakup unsur
leksikal, majas, citraan, dan ideologi pengarang, serta pemanfaatannya dalam
pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif dan teori stilistika genetis. Data penelitian berupa kutipan
dalam novel yang mengandung unsur stilistika, diperoleh melalui teknik analisis
data stilistika genetis dengan empat tahapan yaitu; menelaah dan
mengklasifikasikan data, mendeskripsikan data, analisis data, interpretasi data,
penyusunan materi pembelajaran, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur leksikal dalam novel ini
meliputi penggunaan bahasa Sunda dan Belanda, yang berfungsi memperkuat latar
budaya dan identitas tokoh. Majas yang paling dominan adalah metafora, simile,
hiperbola, dan personifikasi, yang memberikan efek estetis dan memperkaya makna
karena pengarang menggunakan majas-majas tersebut untuk menyampaikan kritik
sosial dan memperdalam karakterisasi tokoh . Citraan yang ditemukan mencakup
citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan gerak, yang
memperdalam pengalaman emosional pembaca. Ideologi pengarang yang tampak
dalam novel adalah humanisme dan anti-kolonialisme. Ideologi humanisme
tercermin melalui sikap para tokoh yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan
kesetaraan. Sementara itu, ideologi anti-kolonialisme tercermin dalam perlawanan
terhadap diskriminasi rasial dan sistem penjajahan yang menindas baik dari tokoh
Belanda maupun tokoh Pribumi.Pemanfaatan hasil penelitian ini diarahkan sebagai materi pembelajaran
sastra di SMA kelas XII pada capaian pembelajaran menulis indah dengan gaya
bahasa. Materi tersebut membantu siswa mengidentifikasi dan mengapresiasi unsur
kebahasaan dalam karya sastra, serta melatih keterampilan menulis yang reflektif
dan estetis. Pemanfaatan hasil analisis stilistika dalam novel Helen dan Sukanta ini
akan dituangkan dalam Bab VI, yang berfokus pada penerapan unsur-unsur
kebahasaan dalam pembelajaran sastra di SMA. Tujuan utama dari pemanfaatan ini
adalah agar peserta didik mampu menulis dengan indah menggunakan gaya bahasa
yang tepat, baik dalam penggunaan majas, maupun penciptaan citraan yang mampu
membangun imaji dalam teks. Kegiatan memahami dan mengaplikasikan gaya
bahasa yang telah dianalisis dari novel, siswa diharapkan dapat mengembangkan
keterampilan menulis kreatif yang lebih ekspresif dan estetis.
Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam novel
Helen dan Sukanta menggambarkan karakter khas Pidi Baiq yang santai, jenaka,
namun sarat makna, dan sarat dengan nilai kemanusiaan serta kritik sosial. Ciri khas
ini dapat menjadi bahan ajar yang efektif dalam pembelajaran sastra di sekolah.
Saran yang diberikan antara lain: (1) Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat
dikembangkan lebih lanjut dengan menganalisis aspek intertekstualitas dalam novel
Helen dan Sukanta, (2) Bagi Guru Bahasa Indonesia di SMA hasil penelitian ini
dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran apresiasi sastra,
khususnya untuk mengajarkan unsur kebahasaan dalam novel, (3) Bagi Mahasiswa
dan Akademisi penelitian ini dapat menjadi referensi dalam studi stilistika sastra
kontemporer serta implementasi pembelajaran sastra berbasis Kurikulum Merdeka.
Description
Reupload file repository 5 februari 2026_Arif/Halima
