Diksi dan Gaya Bahasa dalam Cerpen Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Satu Atap Bahrul Ulum Patemon
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini berfokus pada cerpen yang ditulis oleh siswa kelas XI MA Bahrul Ulum Patemon, dengan tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam karya mereka. Diksi, sebagai pilihan kata yang tepat, memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan gamabran dan karakter tertentu dalam tulisan. Gaya bahasa, yang mencakup berbagai teknik seperti personifikasi, metafora, dan hiperbola, berfungsi untuk membuat cerita lebih hidup dan menarik, serta memperkuat gagasan yang ingin disampaikan.
Jenis yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data dalam penelitian ini hasil adalah penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam cerpen karya siswa. Teknik pengumpulan data yakni teknik observasi dan teknik dokumentasi. Data penelitian ini dianalisis menggunakan tehnik analisis deskriptif interpretatif model Miles dan Huberman yang terdiri dari, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil dan pembahasan penelitian ini yakni (1) Penggunaan diksi dalam cerpen karya siswa Madrasah Aliyah Satu Atap Bahrul Ulum Patemon Tanggul Jember yaitu menciptakan suasana, menggambarkan karakter, menambah kedalaman makna, dan menyampaikan tema, (2) penggunaan gaya bahasa dalam cerpen karya siswa Madrasah Aliyah Satu Atap Bahrul Ulum Patemon Tanggul Jember yaitu simile (perumpamaan), metafora, personifikasi, antithesis, alegori, perifresis, hipalase, paradox, dan apofasis. Siswa lebih memilih gaya bahasa yang emosional dan simbolis serta kata-kata yang sederhana namun bermakna dalam untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka secara lebih personal. Saran yang diberikan dari penelitian ini sebagai berikut. Bagi siswa: Siswa disarankan untuk memperhatikan pemilihan kata yang tepat dan sesuai konteks. Menggunakan kata sederhana namun bermakna kuat akan memudahkan komunikasi. Mereka juga dapat berlatih menggunakan gaya bahasa seperti hipalase, perumpamaan, dan metafora untuk menyampaikan pesan dengan lebih emosional dan mendalam. Bagi peneliti lain: disarankan mendalami pengaruh gaya bahasa terhadap pemahaman dan keterampilan berbahasa siswa, serta bagaimana pemilihan kata emosional memengaruhi komunikasi siswa dalam konteks akademik dan sosial. Bagi madrasah: disarankan untuk memasukkan pembelajaran tentang gaya bahasa dalam kurikulum, terutama dalam bahasa Indonesia. Mengadakan kegiatan diskusi sastra dapat membantu siswa memahami dan mengaplikasikan gaya bahasa dalam karya mereka.
Description
Reupload file repository 5 Februari 2026_Ratna
