Uji Kinerja Membran Nilon pada Proses Filtrasi Zat Pewarna Tekstil Congo Red
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Pencemaran air akibat limbah industri, terutama dari sektor tekstil, telah
menjadi salah satu tantangan besar dalam pelestarian lingkungan. Pewarna tekstil
seperti Congo red adalah senyawa kimia yang memiliki karakteristik toksik dan
persisten, sehingga sulit terurai secara alami di lingkungan. Akumulasi pewarna
ini dalam badan air dapat mengganggu ekosistem dan membahayakan kesehatan
makhluk hidup, baik manusia maupun hewan. Oleh karena itu, diperlukan metode
pemisahan yang efektif guna mengurangi dampak negatif pencemaran tersebut.
Salah satu teknologi yang saat ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan
pencemaran air adalah teknologi pemisahan berbasis membran. Membran nilon
menjadi pilihan utama dalam penelitian ini karena memiliki sifat mekanik yang
baik, stabilitas tinggi, serta kompatibilitas yang memungkinkan proses filtrasi
berjalan dengan optimal. Dengan karakteristik tersebut, membran nilon dapat
digunakan untuk menyaring partikel pewarna yang mencemari air. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kinerja membran nilon dalam menyaring pewarna
tekstil Congo red melalui tiga parameter utama, yaitu uji fluks, swelling, dan
koefisien rejeksi. Membran nilon dibuat menggunakan metode inversi fasa, yang
merupakan teknik fabrikasi untuk menghasilkan struktur membran dengan
porositas optimal. Variasi massa membran yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri dari lima sampel, yaitu: membran A (5,0 g), membran B (5,5 g), membran
C (6,0 g), membran D (6,5 g), dan membran E (7,0 g). Selama proses fabrikasi,
karakteristik fisik dan kimia membran diperhitungkan agar menghasilkan
membran dengan performa terbaik dalam penyaringan limbah pewarna.
Uji fluks bertujuan untuk mengukur laju aliran cairan yang melewati
membran dalam satuan liter per meter persegi per jam (L/m².jam). Parameter ini
sangat penting karena menentukan efisiensi filtrasi membran dalam mengalirkan
cairan, sekaligus mempertahankan kapasitas pemisahan tanpa terjadi
penyumbatan. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan konstan pada
larutan umpan yang digunakan, yaitu larutan Congo red dengan konsentrasi 5
ppm, kemudian diukur volume filtrat yang berhasil melewati membran dalam
kurun waktu tertentu. Uji swelling dilakukan untuk mengamati tingkat
pengembangan membran saat berinteraksi dengan larutan Congo red. Kadar
swelling terjadi ketika membran menyerap cairan sehingga mengalami ekspansi
volume yang dapat mempengaruhi kestabilan struktur serta efektivitas
penyaringan. Untuk mengukur tingkat pengembangan membran, dilakukan
perendaman membran dalam aquades kemudian diamati perubahan massa.
Koefisien rejeksi menunjukkan kemampuan membran dalam menolak partikel
pewarna yang terkandung dalam larutan. Pengujian ini dilakukan menggunakan
spektrofotometer UV-Vis untuk mengukur konsentrasi larutan sebelum dan
sesudah proses filtrasi. Larutan standar dengan berbagai konsentrasi, mulai dari 0,75 ppm hingga 6 ppm, digunakan untuk membangun kurva kalibrasi yang
digunakan dalam analisis konsentrasi filtrat. Koefisien rejeksi dihitung dengan
membandingkan konsentrasi larutan umpan dengan larutan hasil filtrasi. Selain
itu, analisis terhadap membran nilon yang optimal dalam proses filtrasi larutan
Congo red dilakukan dengan metode min-max normalization pada ketiga
parameter uji. Metode ini bertujuan untuk menstandarkan hasil pengukuran
sehingga memungkinkan perbandingan kinerja membran secara lebih objektif.
Dengan pendekatan ini, dapat digunakan untuk menentukan membran terbaik
yang memiliki keseimbangan optimal antara fluks, swelling, dan koefisien rejeksi.
Berdasarkan hasil penelitian, membran D menunjukkan kinerja terbaik
dibandingkan dengan membran lainnya. Membran D memiliki derajat pengembangan membran yang rendah sebesar 11,63%, fluks tinggi sebesar 18,64 L/m².jam, serta koefisien rejeksi terbesar mencapai 87,52%. Hal ini menunjukkan bahwa membran D dengan massa 6,5 g memiliki keseimbangan optimal antara porositas dan kestabilan mekanik, sehingga dapat menyaring pewarna Congo red secara lebih efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan membran nilon dengan metode inversi fasa dapat menjadi solusi yang efisien dalam proses filtrasi limbah tekstil. Optimasi komposisi membran serta metode fabrikasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi penyaringan, sehingga teknologi ini memiliki potensi untuk diterapkan dalam skala industri pengolahan limbah. Dengan demikian, langkah ini dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas air yang lebih bersih dan aman bagi kehidupan makhluk hidup.
Description
Reupload file repositori 5 februari 2026_PKL Fani/Firli
