Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan di Permukiman Kumuh Perkotaan (Studi di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Permukiman kumuh adalah kawasan permukiman yang ditandai dengan bangunan tidak teratur, kepadatan tinggi, serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, mencakup kondisi jalan, drainase, air bersih, pengelolaan sampah proteksi kebakaran, serta ruang terbuka. Permasalahan yang umumnya terjadi di permukiman kumuh adalah kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku sehingga dapat terjadi masalah kesehatan. Masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh berisiko 2,06 kali lebih besar mengalami diare. Kasus diare di Kabupaten Jember cenderung mengalami peningkatan kasus dari tahun 2021-2024. Faktor lingkungan yang meningkatkan risiko terjadinya diare adalah sarana air minum dan air bersih yang tidak layak, sarana pembuangan sampah dan limbah cair yang tidak aman, dan sarana jamban yang tidak layak. Faktor perilaku yang meningkatkan risiko terjadinya diare adalah perilaku tidak cuci tangan pakai sabun, buang air besar sembarangan, pengelolaan sampah dan limbah cair yang tidak aman, serta tidak melakukan pengolahan air minum. Kecamatan Patrang merupakah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang memiliki permukiman kumuh terbanyak dengan permasalahan lingkungan seperti sistem persampahan yang belum sesuai persyaratan, pengolahan limbah cair yang belum sesuai dengan persyaratan dan permasalahan perilaku seperti buang air besar sembarangan, perilaku tidak mencuci tangan dengan sabun, dan akses air yang tidak aman dan layak. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko kesehatan lingkungan dan menghambat penurunan angka diare di Kabupaten Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional yang dilakukan di Kelurahan Gebang dan Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember selama Bulan Februari-Maret 2025. Populasi dalam penelitian ini merupakan ibu rumah tangga atau wanita berumur 18-60. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage sampling dengan total responden 80 KK dari 16 RT yang berbeda. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner dan lembar observasi yang mengacu pada Panduan Praktis Pelaksanaan Environmental Health Risk Assessment (EHRA). Analisis data menggunakan analisis univariat dan perhitungan Indeks Risiko Sanitasi (IRS).
Hasil penelitian yang ditinjau dari faktor lingkungan sarana air minum dan air bersih, menunjukkan bahwa sebagian besar sumber air minum yang digunakan masyarakat adalah mata air terlindungi (46,25%), sumber air bersih sebagian besar berasal dari mata air terlindungi (43,75%). Sarana pembuangan sampah yang digunakan masyarakat sebagian besar (53,75%) tidak menggunakan layanan pembuangan sampah. Sarana pembuangan limbah cair rumah tangga sebagian besar (90,00%) disalurkan ke saluran terbuka. Sarana jamban yang digunkan masyarakat sebagian besar (83,75%) menggunakan jamban pribadi yang dilengkapi dengan tangki septik (65,00%). Ditinjau dari faktor perilaku menunjukkan bahwa sebagian besar tidak melakukan praktik BABS (88,75%), sebagian besar melakukan CTPS (75,00%), sebagian besar melakukan pengolahan air minum (87,50%), sebagian besar belum melakukan pengolahan sampah (53,75%), sebagian besar belum melakukan pengolahan limbah cair rumah tangga (90,00%). Sebanyak (32,50%) mengalami diare. Hasil penilaian risiko kesehatan lingkungan menunjukkan Nilai IRKL di Kecamatan Patrang 136,51 yang termasuk dalam kateogori risiko tinggi dengan nilai tertinggi dari variabel sarana pembuangan limbah cair rumah tangga dan perilaku STBM khususnya pada praktik pengelolaan sampah rumah tangga.
Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah masyarakat dapat melakukan kerja sama dengan Dinas PUPR atau Dinas Kesehatan untuk menutup saluran pembuangan air limbah yang terbuka agar tidak menadi tempat perkembangbiakan vektor. Bagi Dinas Kesehatan diharapkan dapat melakukan edukasi pada aspek pengelolaan limbah cair yang aman seperti pembuatan sumur resapan sederhana dan pembuatan saluran pembuangan air limbah tertutup.
Description
Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri
