• Login
    View Item 
    •   Home
    • UNDERGRADUATE THESES (Koleksi Skripsi Sarjana)
    • UT-Faculty of Public Health
    • View Item
    •   Home
    • UNDERGRADUATE THESES (Koleksi Skripsi Sarjana)
    • UT-Faculty of Public Health
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERILAKU SEKSUAL WARIA (Studi Kualitatif pada Waria di Kabupaten Jember dalam Penerapan Health Belief Model)

    Thumbnail
    View/Open
    PERILAKU SEKSUAL WARIA_001.pdf (78.31Kb)
    Date
    2014-01-18
    Author
    Faizatun Nikmah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Terjadinya waria disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Waria memiliki konsep diri yang rendah karena mengalami kebingungan dalam menentukan identitas seksualnya, menyebabkan waria tidak bisa diterima dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Akibatnya tekanan sosial dalam bentuk stigma dan diskriminasi kerap menimpa waria. Kondisi ini menimbulkan perilaku seksual waria yang rentan terhadap penularan IMS dan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku seksual pada waria di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan diambil secara purposive sampling pada 10 waria di Kabupaten Jember, yang berprofesi sebagai salon dan nyebong. Data dikumpulkan dengan indepth interview, dan dianalisa secara thematic content analysis. Hasil penelitian ini adalah responden sebagian besar berumur kurang lebih 20 tahun dan hanya sebagian kecil yang berumur ≥30 tahun. Tingkat pendidikan responden sebagian besar rendah. Sebagian besar responden mengalami hubungan seks pertama dengan sesama jenis pada usia usia 9-20 tahun. Sebagian besar responden menngaku bahwa pengalaman berhubungan seks yang pertama tersebut dilakukan atas dasar perasaan penasaran bagaimana merasakan hubungan seks dengan sesama jenis. Karena dalam diri mereka memang sudah ada ketertarikan dengan kaum laki-laki. Pengetahuan responden tentan IMS dan HIV/AIDS sebagian besar rendah. Status pernikahan responden sebagian besar belum menikah. Mereka merasa dirinya perempuan. Sehingga untuk menikah, mereka cari pasangan laki-laki. Hanya ada 2 responden yang statusnya menikah. Mereka berpikiran untuk mempunyai keturunan dan juga karena keterpaksaan dipaksa oleh keluarga. Meskipun mereka punya istri, mereka juga memiliki pasangan laki-laki bahkan sering berganti-ganti pasangan. Rata-rata mempunyai pasangan seksual tetap, namun tidak memutup kemungkinan baik responden maupun pasangan tetapnya berhubungan seks dengan orang lain. Responden yang tidak memiliki pasangan tetap, memperoleh pasangan melalui chating, nongkrong di cebongan, serta dengan pergi jalan-jalan bersama kelompok waria lainnya. Alasan responden melakukan hubungan seksual adalah untuk mengungkapkan rasa cinta dan kesenangan seksual. Sebagian besar responden menyukai tehnik berhubungan seks secara anal-seks dan oral seks, karena alasan ingin diperlakukan sebagai perempuan dalam berhubungan seks. Sebagian besar responden menyukai pasangan brondong. Apabila dilihat dari usia pasangan tetap, sebagian besar responden memiliki pasangan tetap yang berusia lebih muda dari responden. Sebagian kecil memiliki pasangan tetap yang usianya jauh diatas responden. Hal ini terkait dengan selera responden dalam memilih pasangan. Adapun tempat yang digunakan responden dalam melakukan hubungan seks dengan pasangannya sangat bervariasi. Frekuensi melakukan hubungan seks, sebagian besar responden lebih banyak melakukan dengan pasangan tidak tetap mereka. Sebagian besar responden termasuk dalam transsexual homoseksual dan sebagian kecil transsexual heteroseksual. Pengobatan yang dilakukan bila ada luka sebagian besar responden dengan melakukan pengobatan sendiri yaitu mengkonsumsi obat antibiotik termasuk supertetra. Pencegahan yang mereka lakukan agar tidak tertular IMS dan HIV/AIDS sebagian besar responden dengan menjaga kebersihan dan upaya hidup sehat serta mengkonsumsi obat antibiotik. Kesadaran responden untuk menggunakan kondom sebagian besar sangat rendah juga kesadaran untuk memeriksakan diri responden sebagian besar rendah dengan berbagai macam alasan.
    URI
    http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/16545
    Collections
    • UT-Faculty of Public Health [2305]

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
     

     

    Browse

    All of RepositoryCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    Context

    Edit this item

    UPA-TIK Copyright © 2024  Library University of Jember
    Contact Us | Send Feedback

    Indonesia DSpace Group :

    University of Jember Repository
    IPB University Scientific Repository
    UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository