Hubungan Pemakaian Sepatu Karet sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dengan Prevalensi Tinea pedis pada Petani di Wuluhan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Dalam aktivitas pertanian, pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu karet sangat dianjurkan untuk mengurangi potensi bahaya di tempat kerja. Namun, pemakaian sepatu karet secara terus-menerus dapat menciptakan suasana lembap di area kaki yang meningkatkan faktor risiko pertumbuhan jamur, termasuk Tinea pedis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemakaian sepatu karet sebagai APD dengan kejadian Tinea pedis pada petani di Kecamatan Wuluhan.
Penelitian ini memakai desain cross-sectional dengan melibatkan 118 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data primer didapatkan melalui kuesioner untuk mengidentifikasi kebiasaan pemakaian sepatu karet pada petani serta analisis sampel kerokan kulit kaki untuk mengetahui keberadaan dan spesies jamur.. Hasil penelitian menunjukkan 8,5% petani yang menjadi responden mengalami infeksi Tinea pedis, dengan spesies jamur dominan yaitu Trichophyton rubrum (50%). Analisis statistik dengan fisher’s exact membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemakaian sepatu karet sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian Tinea pedis (p=0,042).
Simpulan penelitian ini adalah pemakaian sepatu karet sebagai APD terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan prevalensi Tinea pedis pada petani. Edukasi mengenai kebersihan kaki serta metode pemakaian sepatu karet sebagai APD yang baik sangat diperlukan untuk mencegah infeksi jamur. Selain itu, petani diharapkan dapat memperhatikan aspek kebersihan diri untuk meminimalisir dampak kesehatan akibat kondisi kerja yang lembap.
