Pengembangan E-Modul Pembelajaran IPA Berbasis Potensi Lokal Desa Grenden untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa SMP
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Literasi digital siswa di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Literasi digital merupakan kemampuan penting yang mencakup pemahaman, analisis, dan evaluasi informasi menggunakan teknologi digital. Permasalahan ini diperparah dengan kurangnya bahan ajar yang kontekstual dan relevan, sehingga siswa kesulitan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Berdasarkan survei dan pengamatan, literasi digital siswa di beberapa sekolah masih berada pada kategori sedang hingga rendah. Upaya mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi bahan ajar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi digital tetapi juga memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul pembelajaran IPA berbasis potensi lokal Desa Grenden untuk meningkatkan literasi digital siswa SMP. E-Modul dirancang agar relevan dengan materi IPA, khususnya klasifikasi makhluk hidup, dan mengintegrasikan potensi lokal Desa Grenden, seperti keberagaman sumber daya alam dan aktivitas masyarakat, untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis kebutuhan, desain modul, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul memiliki tingkat validitas yang sangat baik dengan skor rata-rata 90%. Kepraktisan E-modul ini juga dinilai sangat praktis dengan rata-rata skor 94%, menunjukkan bahwa E-Modul ini mudah digunakan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Pengujian efektivitas dilakukan melalui pretest dan posttest literasi digital, yang menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor N-gain sebesar 0,64 masuk dalam kategori
sedang. Selain itu, analisis tiap indikator literasi digital mengungkapkan bahwa kompetensi pencarian informasi di internet dan penyusunan pengetahuan menunjukkan peningkatan tertinggi. Respon siswa terhadap E-Modul ini sangat positif, dengan rata-rata tingkat kepuasan mencapai 88%, menunjukkan bahwa E-Modul ini mampu menarik minat belajar dan memotivasi siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa E-Modul berbasis potensi lokal Desa Grenden merupakan bahan ajar yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa. Selain membantu siswa memahami materi IPA secara mendalam, modul ini juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan sekitar, sehingga mendukung pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari bahan ajar digital dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi rendahnya literasi digital siswa di Indonesia.
Description
Reupload File Repository 4 Februari 2026 Maya/Mita
