Faktor Motivasi dan Hambatan Perempuan Usia Subur Terhadap Skrining Kanker Serviks: Literatur Review

Abstract

Kanker serviks termasuk salah satu jenis kanker yang kejadiannya dapat dicegah dengan pemeriksaan sedini mungkin. Namun pencapaian target skrining yang ditetapkan oleh WHO sebesar 70% hingga tahun 2030 mengahadapi tantangan yang serius. Cakupan skrining kanker serviks secara global masih tergolong sangat rendah, terutama di negara dengan penghasilan rendah-menengah hanya sebesar 19%. Sedangkan negara berpenghasilan tinggi memiliki cakupan sebesar 63%. Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks memiliki metode yang beragam seperti Pap Smear, IVA tes dan HPV tes, namun cakupannya masih rendah. Berbagai studi melaporkan adanya hambatan yang dihadapi oleh perempuan usia subur terhadap kanker serviks seperti, hambatan struktural, tingkat pendidikan rendah, penghasilan bulanan rendah, miskonsepsi, faktor sosiokultural, dan fatalisme. Selain itu faktor kurangnya sistem pelayanan keehatan dan faktor psikologis turut andil dalam menghambat partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur. Selain itu beberapa faktor menjadi pendukung dalam meningkatkan skrining kanker serviks, yaitu pengetahuan yang baik, sistem kesehatan yang aktif, dukungan dari orang penting, efikasi diri, persepsi manfaat, sikap positif terhadap skrining dan dukungan sosial. Artikel yang dikaji bersumber dari tiga database elektronik, meliputi Pubmed, Sciencedirect dan Google Schoolar. Strategi PICO dan Boolean operator digunakan untuk menentukan kata kunci yang akan digunakan. Proses seleksi artikel dilakukan dengan mengggunaan diagram alir PRISMA sebagai pedoman. Kriteria inklusi yang digunakan meliputi tahun publikasi 2021-2025, open access, bukan artikel duplikat, penelitian dengan data primer, subjek penelitian adalah perempuan usia subur terindex Sinta (1-3) atau Scimagojr (Q1-Q2), dan penelitian yang fokus pada budaya, hambatan atau faktor yang mempengaruhi motivasi skrining kanker serviks. Terdapat 26 artikel yang akan diulas, dengan desain penelian studi kualitatif (8), cross sectional (16) dan mix method (2). Hasil tinjuan literatur dari 26 artikel didapatkan 5 tema tentang hambatan terhadap skrining kanker serviks pada perempuan usia subur, meliputi faktor sosiokultural, faktor psikologis, faktor sistem pelayanan kesehatan, faktor pengetahuan dan miskonsepsi, serta faktor sosial ekonomi. Sedangkan empat tema faktor yang mendukung partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur meliputi; (1) dukungan sosial, tenaga kesehatan, dan pengalaman sosial, (2) pengetahuan tentang kanker serviks, (3) pekerjaan dan status ekonomi, (4) aksesbilitas layanan dan kontak dengan fasilitas kesehatan. Serta satu tema tentang perbandingan partisipasi skrining kanker serviks di Indonesia dan negara lain. Disimpulkan bahwa partisipasi skrining kanker serviks pada perempuan usia subur masih sangat rendah di Indonesia maupun negara lainnya. Akibat dari kesenjangan pengetahuan, persepsi, dan perilaku pencegahan. Perlunya pengembangan intervensi keperawatan multidimensional yang sensitif budaya, melibatkan keluarga dan komunitas, didukung peningkatan kualitas layanan serta kebijakan pembiayaan dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan partisipasi skrining kanker serviks.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 03 Nopember 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By