Mutu Fisik Bubuk Cabai Puyang Hasil Pengeringan Oven Microwave

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh variasi daya oven microwave dan lama blanching terhadap mutu fisik bubuk cabai puyang (Piper retrofractum Vahl.). Cabai puyang merupakan tanaman rempah yang memiliki kadar air tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Oleh karena itu, pengolahan menjadi bubuk melalui proses pengeringan dipilih sebagai upaya memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai tambah produk. Pengeringan menggunakan oven microwave dikombinasikan dengan perlakuan blanching untuk mengetahui pengaruhnya terhadap karakteristik fisik bubuk cabai puyang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu variasi daya oven microwave 126 Watt, 372 Watt, dan 482 Watt serta lama blanching selama 5 menit dan 10 menit, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, warna (L*, a*, b*), densitas curah, daya serap air, dan daya larut air. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi daya oven microwave dan lama blanching berpengaruh nyata terhadap mutu fisik bubuk cabai puyang, sedangkan interaksi kedua perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap rendemen dan kadar air. Karakteristik bubuk yang dihasilkan meliputi rendemen 31,44–35,03%, kadar air 6,56–10,55%, nilai warna L* 56,95–62,31, a* 4,34–4,79, b* 15,12–19,69, densitas curah 0,28–0,65 g/cm³, daya serap air 1,58–1,91 mL/g, dan daya larut air 72,89–92,67%. Perlakuan daya microwave 482 Watt dengan blanching 10 menit menghasilkan mutu fisik terbaik dengan kadar air terendah dan rendemen tertinggi.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By