Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu untuk Perancangan Bio-Baterai sebagai Sumber Energi Terbarukan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu sumber yang berpotensi adalah limbah organic, seperti ampas tahu yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bio-baterai berbasis limbah ampas tahu sebagai elektrolit serta menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda dan lama waktu pengujian terhadap nilai tegangan, arus, dan daya yang dihasilkan. Metode penelitian dilakukan dengan memfermentasikan ampas tahu selama 72 jam menggunakan ragi untuk menghasilkan larutan elektrolit dengan Tingkat keasaman yang tinggi. Pengujian dilakukan menggunakan tembaga sebagai katoda dan variasi anoda berupa besi, seng, aluminium, dan timah, system dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan beban LED 3 volt. Pengambilan data dilakukan pada variasi waktu 1 menit hingga 60 menit dengan parameter yang diukur meliputi pH, tegangan, arus, serta daya hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan eletrolit memiliki pH berkisar antara 1,8 hingga 2,4 yang menunjukkan tingkat keasaman tinggi dan baik untuk konduktivitas listrik. Pada elektroda tembaga-besi diperoleh tegangan 3,41 V dan arus 0,0012 A (daya 0,004092 W) pada menit ke-1 yang menurun menjadi 2,98 V pada menit ke-60. Pada elektroda tembaga-seng diperoleh daya terbesar yaitu 0,014127 W pada menit ke-1 dengan tegangan 2,77 V dan arus 0,0051 A, namun seiring waktu. Elektroda tembaga-aluminium menghasilkan daya 0,008938 W pada menit ke-10, sedangkan tembaga-timah menghasilkan tegangan tertinggi sebesar 4,01 V dengan daya 0,004812 W pada menit ke-1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis elektroda dan lamanya waktu pengujian dapat memperngaruhi terhadap performa bio-baterai. Pasangan elektroda tembaga dan seng dapat menghasilkan daya terbesar dibandingkan kombinasi lainnya. Selain itu, semakin lama waktu mengujian, nilai tegangan, arus, dan daya cenderung menurun.
Description
Finalisasi Maya_26 Oktober 2026
