Intervensi Biologis Konsorsium PGPE Asal Putri Malu (Mimosa pudica) terhadap Cendawan Fusarium oxysporum pada Masa Vegetatif Tanaman Cabai

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Namun, produktivitas tanaman cabai sering mengalami penurunan akibat serangan penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Patogen tular tanah ini menginfeksi sistem perakaran dan pembuluh xilem sehingga menghambat transportasi air dan unsur hara, menyebabkan tanaman layu hingga mati. Pengendalian menggunakan fungisida sintetis memang efektif, tetapi penggunaan secara terus-menerus berpotensi menimbulkan residu, resistensi patogen, serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan agen hayati berupa Plant Growth-Promoting Endophytes (PGPE) yang diisolasi dari akar tanaman putri malu (Mimosa pudica). PGPE diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus menekan perkembangan patogen melalui berbagai mekanisme biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aplikasi konsorsium PGPE asal akar putri malu terhadap pertumbuhan agronomis dan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Plant Natural Medicine Terpadu IsDB Agrofarmaka dan Green House Agroteknopark Universitas Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi perlakuan inokulasi patogen dan perendaman benih PGPE, sedangkan faktor kedua berupa interval penyemprotan PGPE. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, jumlah buah, bobot buah, keparahan penyakit, dan insidensi penyakit. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95% apabila menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor patogen dan perendaman PGPE memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah, dan bobot buah, sedangkan interval penyemprotan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan bobot buah. Interaksi kedua memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah dan bobot buah, tetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, keparahan penyakit, maupun insidensi penyakit. Perlakuan dengan aplikasi PGPE, terutama melalui perendaman benih dan penyemprotan satu kali setiap minggu, menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, meningkatkan jumlah serta bobot buah, sekaligus menurunkan tingkat keparahan dan insidensi penyakit dibandingkan perlakuan tanpa PGPE.

Description

Finalisasi Maya_23 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By