Analisis Karakteristik Tempat Tidur terhadap Berat Debu dan Kepadatan Tungau Debu Rumah di Pondok Pesantren X Kabupaten Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Lingkungan hunian dengan kepadatan penghuni tinggi berpotensi meningkatkan akumulasi debu dan keberadaan organisme alergen, salah satunya tungau debu rumah (TDR). Tungau debu rumah banyak ditemukan pada area tempat tidur karena permukaannya menyediakan serpihan kulit, debu, serta kondisi lembap yang mendukung pertumbuhannya. Keberadaan TDR dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit alergi seperti asma dan rinitis alergi. Pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan hunian dengan kepadatan penghuni tinggi, sirkulasi udara yang terbatas, personal hygiene yang kurang baik, dan variasi karakteristik tempat tidur, sehingga memungkinkan akumulasi debu dan kepadatan TDR yang berbeda antar asrama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik tempat tidur dengan berat debu dan kepadatan TDR di Pondok Pesantren X Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan pada bulan September 2025 hingga Januari 2026 dengan mengamati tipe tempat tidur (kasur dan karpet) serta penempatannya (lantai atau ranjang). Debu dikumpulkan menggunakan vacuum cleaner Krisbow berdaya 500 watt pada area 1 m² selama 4 menit, kemudian ditimbang untuk menentukan berat debu total. Sebanyak 0,1 gram sampel debu diambil, ditambahkan akuades secukupnya, dan tungau diamati langsung di bawah mikroskop stereo menggunakan jarum tungau. Tungau yang terkumpul dipindahkan ke kaca objek, ditetesi larutan hoyers untuk dibuat preparat, lalu diidentifikasi. Kepadatan tungau debu rumah dihitung sebagai jumlah individu/gram debu. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Independent Sample t-test untuk membandingkan berat debu dan kepadatan tungau antar kelompok, serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara berat debu dan kepadatan tungau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tempat tidur berpengaruh terhadap berat debu dan kepadatan TDR, dengan karpet menghasilkan akumulasi debu dan kepadatan tungau lebih tinggi dibanding kasur, serta kasur di lantai memiliki nilai lebih tinggi dibanding kasur di ranjang. Berat debu memiliki hubungan positif dengan kepadatan TDR, peningkatan berat debu diikuti peningkatan kepadatan tungau. Tempat tidur dengan akumulasi debu lebih banyak cenderung memiliki kepadatan tungau lebih tinggi. TDR yang dominan berasal dari genus Dermatophagoides..
Description
Finalisasi Maya_23 Oktober 2026
