Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Bank Sampah Larahan Makmur di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember

Abstract

Permasalahan sampah, khususnya sampah anorganik, merupakan tantangan lingkungan yang semakin serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang menunjukkan peningkatan volume timbulan sampah secara terus-menerus dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu upaya penanganan sampah berbasis masyarakat adalah program Bank Sampah, termasuk Bank Sampah Larahan Makmur (BSLM) yang berada di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, wilayah yang secara geografis terletak di lereng Gunung Argopuro dan rawan bencana banjir. Meskipun BSLM telah berdiri, sebagian masyarakat masih membuang sampah ke sungai serta melakukan pembakaran sampah secara terbuka, sehingga partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya menjadi penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BSLM berdasarkan empat aspek partisipasi menurut Cohen dan Uphoff (1980), yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive di Desa Suci. Informan ditentukan menggunakan teknik snowball sampling, dengan Ketua Bank Sampah Larahan Makmur sebagai informan awal. Berdasarkan informasi dan rekomendasi dari informan awal, peneliti memperoleh informan berikutnya yang meliputi Pembina BSLM, pengurus BSLM, nasabah BSLM, masyarakat Desa Suci yang tidak tergabung dalam BSLM, serta Pemerintah Desa Suci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014), serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berlangsung pada keempat tahap tersebut, tetapi belum optimal karena keterlibatan masih terpusat pada pembina dan pengurus. Nasabah lebih banyak berperan pada tahap pelaksanaan melalui pemilahan, pengumpulan, dan penyetoran sampah, sementara keterlibatannya pada tahap pengambilan keputusan dan evaluasi masih terbatas. Pemanfaatan hasil mencakup manfaat material berupa tabungan dan tambahan pendapatan, manfaat sosial berupa lingkungan yang lebih bersih, serta manfaat pribadi berupa peningkatan pengetahuan dan perubahan pola pikir dalam mengelola sampah. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan tempat penimbangan, sarana transportasi pengangkutan sampah, jangkauan sosialisasi, serta konsistensi pemilahan sampah oleh sebagian nasabah.

Description

Finalisasi Maya_21 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By