Strategi Integrasi Sosial Penganut Syiah di Kota Malang
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami strategi integrasi sosial yang dilakukan oleh penganut Syiah di Kota Malang sebagai kelompok minoritas keagamaan di tengah dominasi kelompok Sunni dan keberadaan stigma sosial yang masih melekat pada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, guna menggambarkan secara mendalam pengalaman dan pemaknaan subjektif informan terhadap fenomena yang mereka jalani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan pokok dan informan tambahan yang dipilih secara snowball, disertai observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model dari Moustakas meliputi tahap epoche, horizontalization, clustering and thematizing, textural description, structural description, serta synthesis of meanings and essences. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganut Syiah di Kota Malang hidup di tengah kondisi sosial-keagamaan yang berlapis, secara umum kondusif namun tetap menyimpan kerentanan dan stigma yang tidak selalu tampak di permukaan, sebagai akibat dari akar historis, doktrinal ideologis, maupun kepentingan politis-institusional tertentu. Untuk merangkul penerimaan sosial tanpa kehilangan identitas keagamaannya, penelitian ini menemukan tujuh strategi integrasi sosial yang dijalankan secara saling menopang pada tataran individu maupun kelembagaan, yaitu manajemen identitas di ruang publik, konsolidasi internal, kontribusi melalui aksi sosial-kemanusiaan, pembangunan jejaring antarlembaga dan lintas agama, kontra narasi atas stigma, pemeliharaan nilai dan identitas kolektif, serta resiliensi psikologis individu. Ketujuh strategi tersebut saling berkaitan erat, di mana strategi yang berorientasi ke luar hanya dapat berjalan secara konsisten apabila ditopang oleh pemeliharaan nilai dan ketahanan psikologis dari dalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi sosial kelompok minoritas keagamaan yang terstigma merupakan sebuah proses yang dinamis dan berkelanjutan, bukan pencapaian akhir yang final, sehingga keberfungsian sosial yang terbentuk bersifat resilien namun tetap kondisional terhadap situasi sosial yang dihadapi.
Description
Finalisasi Maya_19 Oktober 2026
