Green Synthesis Nanopartikel Perak (AgNPs) dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Bayur (Pterospermum javanicum) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri

Abstract

Nanopartikel perak (AgNPs) merupakan material yang memiliki keseluruhan dimensi dalam bentuk nano, yaitu antara 1-100 nm yang bersifat antimikroba kuat, fleksibel serta stabilitas fisik, kimia dan biologi yang baik. Salah satu metode sintesis AgNPs adalah green synthesis yang menggunakan limbah biologis, mikroorganisme dan ekstrak tanaman sebagai agen pereduksi sekaligus capping agent yang dapat mencegah nanopartikel mengalami aglomerasi. Seluruh bagian tanaman yang mengandung metabolit sekunder seperti fenol, alkaloid, tanin dan flavonoid dapat digunakan sebagai agen untuk mensintesis AgNPs. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk green synthesis AgNPs adalah bayur (Pterospermum javanicum). Bayur mengandung senyawa fitokimia seperti tanin, alkaloid, terpenoid dan flavonoid. Ekstrak metanol daun bayur memiliki kandungan flavonoid sebesar 107,667±0,611 mg QE g-1 dan kandungan fenolik sebesar 41,500±0,129 mg GAE g-1 sehingga dapat digunakan sebagai bioreduktor dan capping agent. AgNPs dengan komposisi dan kondisi optimum memiliki panjang gelombang maksimum 416,570 dan nilai absorbansi sebesar 1,1279. Berdasarkan karakterisasi FT-IR, senyawa fenolik diduga berperan dalam sintesis AgNPs sebagai agen bioreduktor dan capping agent. Hasil PSA dari AgNPs ekstrak daun bayur menghasilkan Z-average sebesar 49,5 nm dan polydispersity index (PDI) sebesar 0,324 yang menunjukkan ukuran partikel seragam namun memiliki bentuk yang bervariasi. Karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan AgNPs memiliki rentang ukuran 45,86-53,96 nm dengan bentuk spheris. Dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Sampel yang digunakan yaitu AgNPs daun bayur dengan tiga variasi volume (10, 15, 20 µL), AgNO3, ekstrak daun bayur, kontrol positif (antibiotik siprofloksasin) dan kontrol negatif (akuabides). Didapatkan hasil berupa zona hambat. AgNPs ekstrak daun bayur dengan volume 10, 15 dan 20 µL memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat secara berurutan 8,46 ; 9,13 ; 11,90 dan 8,08 ; 11,59 ; 11,68 mm.

Description

Finalisasi Maya_19 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By