Pengaruh Usia Produktif Dan Modal Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi DI Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Abstract

Perekonomian dalam suatu negara dapat didorong dengan pertumbuhan penduduk, karena dapat menjadi modal pembangunan nasional yang meningkatkan tenaga kerja dan produksi. Dalam Badan Pusat Statistika (2025), selama tahun 2014-2023 perekonomian di Indonesia menunjukkan nilai yang fluktuatif. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 sampai 2018 sebesar 5,03%, dan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 sampai 2023 sebesar 3,40% yang berarti laju pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada penduduk usia tidak produktif (65 tahun ke atas dan 14 tahun ke bawah). Jika dilihat berdasarkan data melalui Badan Pusat Statistika (2025), jumlah usia produktif pada tahun 2019 sampai 2023 terus mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2019 sebesar 181 juta jiwa dan tahun 2023 meningkat menjadi 192 juta jiwa. Pendidikan dan keterampilan memiliki peran penting dalam modal manusia yang dapat meningkatkan dampak positif dari penduduk usia produktif terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan tingkat pendidikannya, jika dilihat dalam Badan Pusat Statistika (2025), Rata-rata lama sekolah (RLS) di Indonesia selama tahun 2019-2023 cenderung mengalami peningkatan. Akan tetapi, nilai rata-rata lama sekolah di Indonesia masih di bawah angka 12 tahun yang menandakan bahwa penduduk Indonesia masih belum menyelesaikan pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh usia produktif dan modal manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data cross section dan time series. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang bersumber dari publikasi-publikasi atau badan pemerintah. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah usia produktif (usia kerja muda yang diukur dari usia 15-24 tahun, usia kerja produktif utama yang diukur dari usia 25-44 tahun, dan usia kerja tua yang diukur dari usia 45-64 tahun) dan modal manusia (pendidikan) diIndonesia sebagai variabel independen, sedangkan variabel dependen menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi. Metode analisis data menggunakan regresi data panel. Penelitian ini melakukan teknik estimasi regresi data panel yang melalui uji chow, uji hausman,dan uji lagrange multiplier (LM). Pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, dan uji autokorelasi. Uji statistik menggunakan uji F, uji t, koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan usia kerja muda berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2019 sampai 2023 dengan koefisien regresi sebesar 0.137657 dan nilai probabilitas sebesar 0.2189. Usia kerja produktif utama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2019 sampai 2023 dengan koefisien regresi sebesar 0.423443 dan nilai probabilitas sebesar 0.0025. Usia kerja tua berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2019 sampai 2023 dengan koefisien regresi sebesar -0.573474 dan nilai probabilitas sebesar 0.0000. Rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2019 sampai 2023 dengan koefisien regresi sebesar 0.084604 dan nilai probabilitas sebesar 0.0000. Berdasarkan hasil regresi, uji F menyatakan bahwa usia kerja muda, usia kerja produktif utama, usia kerja tua dan rata-rata lama sekolah berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2019 sampai 2023. Koefisien regresi (R2) menyatakan usia produktif dan modal manusia dapat menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi sebesar 42,87%. Sedangkan 57,13% variasi pertumbuhan ekonomi dijelaskan oleh variabel-variabel diluar model variabel independen penelitian ini.

Description

Reupload file repository 4 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By