Pengelolaan Kegiatan Bimbingan Belajar Pada Taman Bacaan Masyarakat Al Muttaqin
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kegiatan bimbingan belajar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Al-Muttaqin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dipilih menggunakan teknik *purposive area*, sementara informan ditentukan melalui *purposive sampling*, yang terdiri dari pengelola sebagai informan kunci dan tutor sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dipastikan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kegiatan bimbingan belajar di TBM Al-Muttaqin menerapkan enam tahapan: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, penilaian, dan pengembangan. Tahap pertama, yaitu perencanaan, dilakukan berdasarkan identifikasi kebutuhan belajar masyarakat. Pengorganisasian dilaksanakan melalui pembagian tugas dan koordinasi antara pengelola dan tutor. Pada tahap pelaksanaan, sesi pembelajaran disusun dengan memanfaatkan berbagai metode serta media *Smart TV*. Selanjutnya, pembinaan dan penilaian dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memantau kemajuan peserta didik. Tahap keenam, yakni pengembangan program, diwujudkan melalui inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penyelenggaraan kegiatan pengembangan keterampilan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kegiatan bimbingan belajar di TBM Al-Muttaqin telah dilaksanakan secara efektif melalui enam tahapan—perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, penilaian, dan pengembangan—meskipun terdapat keterbatasan sumber daya. Penerapan keenam tahapan ini menjamin keberlanjutan kegiatan bimbingan belajar serta memungkinkannya untuk memenuhi kebutuhan belajar anak-anak di lingkungan sekitar. Kegiatan bimbingan belajar ini juga berfungsi sebagai dukungan akademik di luar sekolah bagi anak-anak yang tidak mendapatkan pendampingan akademik yang optimal di rumah akibat keterbatasan bimbingan dari orang tua. Dengan demikian, penyelenggaraan kegiatan bimbingan belajar tidak hanya mengoptimalkan fungsi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan belajar masyarakat.
Description
Finalisasi oleh agus/Oktober 2026
