Penerimaan Bersyarat terhadap Warga Asing di Jepang: Syarat Sosial Budaya dan Resistensi Masyarakat di Tengah Krisis Demografi

Abstract

Jumlah warga asing di Jepang terus bertambah akibat krisis demografi, tetapi kekhawatiran masyarakat terhadap budayanya ikut menguat dan penerimaan selalu disertai syarat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mengapa masyarakat Jepang menerima warga asing secara bersyarat demi menjaga budayanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder periode 2018 sampai 2026. Transnasionalisme menjelaskan kehadiran pekerja migran dengan budaya asalnya, sedangkan cultural retention dibaca dari sisi masyarakat penerima untuk menjelaskan sikap bersyarat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa budaya Jepang yang kuat dan mengakar membuat masyarakat menetapkan syarat berupa kemampuan berbahasa, kepatuhan pada norma, dan tata krama. Resistensi muncul ketika praktik budaya asing tampak di ruang publik, tetapi kebutuhan terhadap tenaga kerja asing membuat penolakan total tidak mungkin dilakukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan dan keberatan tersebut merupakan dua sisi dari upaya yang sama, yaitu menjaga budaya sambil tetap membutuhkan warga asing.

Description

Finalisasi Maya_16 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By