Pengaruh Model Pembelajaran Inductive Thinking terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMA Materi Fungsi Kuadrat
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemampuan literasi matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa agar mampu merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan konsep matematika dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa masih belum optimal sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa membangun pengetahuan secara aktif. Salah satu model yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan tersebut adalah model pembelajaran Inductive Thinking, yaitu model yang menekankan proses mengamati, mengelompokkan informasi, menemukan pola, dan menarik generalisasi. Karakteristik tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep fungsi kuadrat sekaligus meningkatkan kemampuan literasi matematisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan literasi matematis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran Inductive Thinking dan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional (direct instruction) serta mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Inductive Thinking terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Jember pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri atas kelas X F sebagai kelas eksperimen dan kelas X G sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa modul ajar, LKPD, lembar observasi, serta soal pretest dan posttest kemampuan literasi matematis yang telah dinyatakan valid. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji Mann–Whitney U, dan analisis effect size.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data posttest tidak memenuhi asumsi normalitas sehingga pengujian hipotesis menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis yang signifikan antara siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis effect size sebesar 0,51 menunjukkan bahwa model pembelajaran Inductive Thinking memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Pembahasan penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam model pembelajaran Inductive Thinking memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun konsep melalui kegiatan mengamati, mengidentifikasi pola, berdiskusi, menyusun generalisasi, dan menerapkan konsep pada situasi baru. Aktivitas tersebut membantu siswa mengembangkan kemampuan merumuskan masalah (formulating), menerapkan konsep dan strategi penyelesaian (employing), serta menafsirkan hasil penyelesaian sesuai konteks permasalahan (interpreting). Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Inductive Thinking dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Selain itu, model pembelajaran Inductive Thinking memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan literasi matematis siswa pada materi fungsi kuadrat. Oleh karena itu, model pembelajaran Inductive Thinking dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, sedangkan penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penerapan model ini pada materi atau jenjang pendidikan yang berbeda.
Description
Finalisasi Oktober 2026_Yudi
