Masyarakat Risiko: Dinamika Nelayan Desa Kramat atas Industri JIIPE
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian yang mengulas fenomena di Desa Kramat ini berfokus pada bidang sosiologi lingkungan dengan unsur ekonomi dan maritim yaitu, dinamika masyarakat nelayan yang muncul sebagai respons dari industrialisasi lewat pembangunan kawasan industri JIIPE. JIIPE sebagai kawasan terintegrasi yang mencakup kumpulan industri lintas sektor, pelabuhan dan perubahan di satu wilayah yang berada di kawasan pesisir Utara Gresik. Pesatnya perkembangan industri di kawasan tersebut memengaruhi kondisi masyarakat sekitar, salah satunya masyarakat di Desa Kramat yang mayoritas masih berprofesi sebagai nelayan. Dengan hadirnya industri tentunya kondisi masyarakat juga berubah, seperti dari segi ekonomi melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru serta bantuan dari industri yang menguntungkan masyarakat. Di sisi lain, hadirnya industri juga merugikan masyarakat nelayan akibat dari perubahan kondisi lingkungan yang berdampak pada pekerjaan mereka. Dinamika yang dirasakan masyarakat setelah hadirnya pembangunan industri JIIPE di sekitar selain diharapkan meningkatkan ekonomi memunculkan kesadaran terhadap bahaya dan dampak buruk yang muncul berkenaan dengan perkembangan industri JIIPE. Oleh karena itu, dalam melihat keuntungan, kerugian maupun bahaya yang dihadapi masyarakat nelayan Desa Kramat, penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko oleh Ulrich Beck. Teori ini digunakan untuk membedah dan mencari tahu mengenai kondisi masyarakat Desa Kramat secara faktual dan menyeluruh yang berkaitan dengan distribusi kemakmuran dan distribusi risiko yang ada setelah adanya industri JIIPE. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi kepada masyarakat Desa Kramat sebagai kelompok masyarakat nelayan. Menggunakan purposeful dalam menentukan subjek atau informan hingga terpilih 7 subjek dalam penelitian, yaitu ketua Nelayan Desa Kramat, 2 Nelayan Desa Kramat, 1 Juragan atau Pengepul, 1 Ketua UMKM desa, 1 Ibu Rumah Tangga dan seorang pemuda Desa Kramat yang terlibat. Terdapat tiga teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta triangulasi sebagai teknik verifikasi data yang terdiri dari triangulasi sumber dan metode. Kemudian yang terakhir, teknik analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, pengkodean (coding), penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan mengenai dinamika nelayan Desa Kramat atas keberadaan kawasan industri JIIPE memunculkan bahaya yang saling bertautan dari risiko masyarakat industri melalui kemiskinan dan pengangguran, sekaligus bahaya yang berkaitan erat terhadap perubahan kondisi lingkungan pesisir yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Desa Kramat sebagai bentuk ciri dari fase masyarakat risiko. Kemudian kondisi yang terjadi menunjukkan bahwa transisi menuju masyarakat industri menciptakan mekanisme distribusi kemakmuran dan risiko yang tidak merata serta beroperasi secara hierarkis. Dalam distribusi kemakmuran, keuntungan ekonomi dirasakan sebagian pihak seperti pada pemuda melalui penyerapan tenaga kerja pabrik, segelintir orang pemilik lahan yang menerima kompensasi lahan reklamasi, serta para pengepul atau juragan yang mampu bertahan dengan membeli pasokan tangkapan dari nelayan luar desa. Sementara para nelayan Desa Kramat hanya menerima keuntungan dari bantuan CSR musiman yang tidak sebanding dengan hilangnya ruang hidup mereka. Sebaliknya, mekanisme distribusi risiko tidak merata yang memojokkan kelompok rentan seperti para nelayan yang kesulitan memperoleh hasil tangkapan. Beban ini semakin diperparah dengan ancaman laten berupa memburuknya kualitas air laut, peningkatan frekuensi banjir rob dari pendangkalan sungai sekitar, dan potensi polusi udara, yang pada akhirnya menjebak nelayan lansia di lingkungan terdegradasi tanpa memiliki akses ke pilihan profesi alternatif untuk bertahan hidup.
Description
Finalisasi Maya_13 Oktober 2026
