Dinamika Konstruksi Sosial pada Batasan dan Peluang Perempuan Berstatus Ibu Tunggal dalam Kelompok Tani Sari Wangi di Dusun Ancar, Banyuwangi

Abstract

Keterlibatan laki-laki dalam kegiatan pertanian umumnya dipandang tidak hanya dari segi pengelolaan lahan, tetapi juga melalui partisipasi dalam kelompok tani (poktan); laki-laki sering dianggap sudah cukup mewakili keluarga mereka, sehingga keterlibatan langsung istri dianggap tidak diperlukan. Namun, dinamika baru telah muncul di Dusun Ancar: partisipasi para ibu tunggal yang memiliki atau mengelola lahan pertanian atau kebun dalam kelompok tani ini. Meskipun para ibu tunggal ini telah mengambil alih peran yang sebelumnya dijalankan oleh suami mereka, mereka tetap menghadapi keterbatasan dan peluang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi sosial yang membentuk peran dan kendala yang dialami oleh para ibu tunggal dalam Kelompok Tani Sari Wangi, dengan menganalisis situasi tersebut dari perspektif gender. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun ibu tunggal memiliki kesempatan untuk terlibat dalam ranah publik, hal ini tidak memberikan mereka tingkat akses yang setara dengan yang dinikmati oleh laki-laki. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa para ibu tunggal ini tidak merasa sepenuhnya bebas; berbagai kendala, seperti norma-norma sosial, terus memengaruhi partisipasi mereka. Meskipun demikian, terlepas dari berbagai rintangan yang mereka hadapi, para ibu tunggal ini tetap gigih memanfaatkan peluang-peluang tersebut untuk memastikan kelangsungan kegiatan pertanian mereka.

Description

Finalisasi Maya_12 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By