Hubungan Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Kepatuhan Mahasiswa Koas dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSGMP UNEJ

Abstract

Keselamatan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan yang dapat diwujudkan melalui budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien yang lemah berpotensi meningkatkan risiko terjadinya insiden keselamatan pasien, termasuk HAIs. Survei Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 hanya 1 dari 13 rumah sakit yang memperoleh skor budaya keselamatan pasien dalam kategori baik. Angka kejadian HAIs di Indonesia mencapai 15,74% yang menunjukkan pentingnya implementasi program PPI secara konsisten di fasilitas pelayanan kesehatan. Mahasiswa koas sebagai tenaga kesehatan dalam tahap pendidikan klinik memiliki peran dalam menjaga keselamatan pasien. Sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan, RSGMP Universitas Jember secara rutin melaksanakan survei budaya keselamatan pasien dan PPI. Hasil survei internal RSGMP Universitas Jember menunjukkan budaya keselamatan pasien dan PPI perlu ditingkatkan. Budaya keselamatan pasien diyakini berperan dalam membentuk perilaku mahasiswa koas dalam menjalankan praktik PPI. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhan mahasiswa koas dalam PPI di RSGMP Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa koas integrasi I, II, dan III di RSGMP Universitas Jember, dengan jumlah sampel sebanyak 152 mahasiswa. Variabel bebas adalah budaya keselamatan pasien dan variabel terikat adalah kepatuhan PPI. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan instrumen HSOPSC Versi 2.0 yang mencakup sembilan dimensi. Kepatuhan PPI dinilai berdasarkan kepatuhan cuci tangan enam langkah secara berurutan dan penggunaan APD sesuai jenis tindakan klinik, yaitu aerosol dan non-aerosol. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan budaya keselamatan pasien pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember berada dalam kategori budaya kuat dengan nilai respon positif sebesar 89,4%. Tingkat kepatuhan PPI, menunjukkan bahwa kepatuhan mahasiswa koas masih belum optimal dengan nilai sebesar 45,4%. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,525 menandakan adanya hubungan dengan kekuatan sedang dan positif antara budaya keselamatan pasien dengan kepatuhan PPI pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember. Budaya keselamatan pasien pada mahasiswa koas di RSGMP Universitas Jember tergolong kuat, namun tingkat kepatuhan PPI masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya keselamatan pasien yang kuat belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku kepatuhan PPI secara optimal. Diperlukan upaya penguatan implementasi budaya keselamatan pasien melalui pelatihan, sosialisasi, dan pengawasan yang konsisten sehingga budaya keselamatan pasien tidak hanya dipahami sebagai secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam praktik klinik, khususnya dalam penerapan PPI.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By