Eksploitasi Gumuk dan Kerusakan Ekologis di Kecamatan Pakusari, 2010–2018
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini mengkaji eksploitasi gumuk di Kecamatan Pakusari tahun 2010–2018. Gumuk merupakan bentang alam khas Jember yang berfungsi sebagai daerah resapan air, pengendali erosi, dan habitat vegetasi. Meningkatnya pembangunan infrastruktur, perumahan, dan fasilitas umum mendorong kebutuhan tanah urug sehingga memicu eksploitasi gumuk dan perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan latar belakang, proses, serta dampak eksploitasi gumuk terhadap lingkungan dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan sumber berupa arsip, buku, jurnal, skripsi, dokumen pemerintah, serta wawancara. Penelitian menggunakan pendekatan sejarah lingkungan dan teori ekologi politik Piers Blaikie untuk melihat hubungan antara kepentingan ekonomi, aktivitas manusia, dan perubahan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi gumuk didorong oleh meningkatnya kebutuhan tanah urug dan perubahan pandangan masyarakat terhadap gumuk sebagai sumber ekonomi. Eksploitasi mencapai intensitas tertinggi pada 2013–2015, kemudian menurun pada 2016–2018 karena berkurangnya material, menurunnya permintaan, dan meningkatnya perhatian terhadap lingkungan. Aktivitas tersebut menyebabkan berkurangnya gumuk, perubahan topografi, penurunan tutupan vegetasi, serta terganggunya fungsi ekologis sebagai daerah resapan air. Dengan demikian, eksploitasi gumuk mencerminkan kuatnya hubungan antara kepentingan ekonomi dan perubahan lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Description
Finalisasi Maya_09 Oktober 2026
