Kegagalan Rassemblement National (RN) Memperoleh Mayoritas Majelis Nasional dalam Pemilu Legislatif Prancis 2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan menjelaskan kegagalan Rassemblement National (RN)
mengonversi keunggulan suara menjadi mayoritas kursi dalam Pemilu LegislatifPrancis 2024. Meskipun RN bersama sekutunya memenangkan putaran pertamadengan 33,22% suara, pada hasil akhir hanya memperoleh 142 kursi, jauh di bawahambang mayoritas absolut sebanyak 289 kursi.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
eksplanatori dan teknik process tracing. Analisis didasarkan pada konsep sistempemilu dua putaran, blackmail potential, dan strategic voting untuk menelusurimekanisme kausal yang menjelaskan hasil tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan RN dipengaruhi oleh empat
mekanisme yang saling berkaitan. Pertama, sistem pemilu dua putaran membukaruang koordinasi antarputaran. Kedua, posisi RN sebagai partai anti-sistem denganblackmail potential tinggi mendorong koordinasi politik lintas blok. Ketiga, frontrépublicain diwujudkan melalui penarikan 224 kandidat yang mengubahkonfigurasi kompetisi putaran kedua. Keempat, perubahan tersebut mendorongpemilih non-RN melakukan strategic voting. Penelitian ini menyimpulkan bahwakegagalan RN bukan disebabkan oleh lemahnya dukungan elektoral, melainkanoleh interaksi antara desain institusional sistem pemilu, posisi RN dalam sistemkepartaian, koordinasi elite, dan perilaku memilih yang strategis
Description
Finalisasi Maya_07 Oktober 2026
