Development of Anti-HBV Strategies In Jember: Integrating Prevalence, Molecular Surveillance, and In Silico Screening
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pascasarjana / Magister Farmasi
Abstract
Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) yang dapat mengakibatkan infeksi akut dan kronis, sirosis hati, serta kanker hati. HBV dapat ditularkan secara horizontal melalui kontak dengan cairan infeksius dan secara vertikal dari ibu ke anak. Indonesia memiliki prevalensi Hepatitis B yang tinggi, namun penelitian terkait genotipe HBV di wilayah tertentu, seperti Kabupaten Jember, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi Hepatitis B okult (OBI) dan mengidentifikasi genotipe HBV di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sampel serum dikumpulkan dari 330 donor darah dan 14 pasien positif HBsAg di Kabupaten Jember. Seluruh DNA HBV sampel diisolasi dan diamplifikasi menggunakan nested PCR pada wilayah S/P genom HBV. Genotipe HBV ditentukan melalui proses sequencing. Analisis filogenetik dilakukan menggunakan perangkat lunak Seqman, MAFFT, Mega 11, dan BioEdit. Dari 330 donor darah, 9 sampel (2,8%) positif HBV DNA, menunjukkan adanya OBI. Dari 14 sampel pasien positif HBsAg, 2 sampel (14,29%) menunjukkan hasil negatif setelah di amplifikasi menggunakan nested PCR. Hal ini menyoroti keterbatasan uji HBsAg dan pentingnya teknik molekuler untuk diagnosis yang lebih akurat. Hasil analisis filogetik diketahui bahwa sampel positif merupakan genotipe B subgenotipe B3 sebanyak 5 sampel dan subgenotipe B4 sebanyak 4 sampel. Terdapat berbagai mutasi pada gen S dan RT yang dapat mempengaruhi deteksi HBsAg serta resistensi terhadap terapi antivirus. Prevalensi OBI di Kabupaten Jember secara signifikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Penelitian ini menekankan pentingnya mengombinasikan metode pengujian HBsAg dan PCR untuk mendiagnosis Hepatitis B secara akurat serta mencegah penularannya melalui donor darah. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa lamivudine dan tenofovir menunjukkan penurunan aktivitas berdasarkan nilai G dibandingkan dengan wild type. Sedangkan telbivudine merupakan obat dinilai masih sensitive terhadap HBV yang berkembang di jember berdasarkan uji secara molecular docking.
Kata Kunci: Hepatitis B, Infeksi Hepatitis B Okult (OBI), Genotipe HBV, Molecullar Docking, Nested PCR, Uji Serologis, DNA HBV, Jember, Indonesia, Prevalensi.
Description
Validasi Dan Finalisasi Ratna 7 Oktober 2026
