Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pranikah Calon Pengantin di Puskesmas Kalisat

Abstract

Pelaksanaan pelayanan skrining calon pengantin merupakan jenis pelayanan dasar pada usia produktif yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan, dengan mewajibkan calon pengantin laki-laki maupun perempuan melakukan pemeriksaan 1 kali sebelum pernikahan. Pelayanan dilakukan dengan mendeteksi dini risiko kesehatan meliputi kesehatan fisik, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehamilan. Skrining kesehatan calon pengantin terutama pada perempuan menjadi penting untuk mendukung kehamilan, mencegah penyakit turunan, berkontribusi menciptakan generasi penerus yang sehat, penurunan AKI dan AKB, serta eliminasi stunting. Puskesmas Kalisat merupakan puskesmas di Kabupaten Jember dengan cakupan pelayanan kesehatan calon pengantin terendah. Data hasil pencapaian pelayanan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kalisat pada tahun 2022 sebesar 10,7%, tahun 2023 sebesar 18,8%, dan tahun 2024 sebesar 17,2%. Cakupan pelayanan dalam tiga tahun terakhir belum mencapai target sebesar 80% yang ditetapkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara biaya, sikap, peran tenaga kesehatan, dan informasi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kalisat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah calon pengantin di Puskesmas Kecamatan Kalisat, dengan jumlah sampel sebanyak 58 responden yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi keterjangkauan biaya, sikap, peran tenaga kesehatan, dan informasi, sedangkan variabel dependen adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kalisat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, serta analisis data dilakukan menggunakan uji statistik spearman rank correlation untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keterjangkauan biaya pada pelayanan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kalisat berada pada nilai < median sebanyak 37 responden atau sebesar 63,8%. Variabel sikap masing - masing berada pada nilai < median dan nilai ≥ median sebesar 29 responden atau sebesar 50,0%. Pada variabel peran tenaga kesehatan dan informasi sebagian besar berada pada nilai < median sebanyak 38 responden atau sebesar 65,5% sedangkan, pemanfaatan pelayanan sebagian besar berada pada nilai ≥ median sebanyak 31 responden atau sebesar 53,4.%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterjangkauan biaya dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p = 0,011) , sikap dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan calon pengantin (p = 0,018), peran tenaga kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan calon pengantin (p = 0,015), informasi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan calon pengantin (p = 0,005).

Description

Finalisasi Maya_06 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By