Morfologi dan Klasifikasi Tanah pada Toposekuen Wilayah Vulkanik Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak toposekuen terhadap karakteristik morfologi dan klasifikasi tanah pada wilayah vulkanik Gunung Semeru. Wilayah penelitian berada di lereng selatan Gunung Semeru yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi sehingga menyebabkan perbedaan kondisi topografi, proses penimbunan material vulkanik, dan perkembangan tanah pada setiap posisi lereng. Penelitian dilakukan melalui metode survei lapangan, pengamatan morfologi tanah, analisis sifat fisik, kimia, dan mineralogi tanah di laboratorium, serta analisis deskriptif dengan metode matching berdasarkan klasifikasi USDA dari buku ―Keys to Soil Taxonomy‖. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi tanah, menentukan horizon diagnostik, serta mengklasifikasikan tanah berdasarkan pengaruh toposekuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toposekuen berpengaruh terhadap perkembangan morfologi tanah di lereng Gunung Semeru. Semakin rendah kontur maka kedalaman solum tanah semakin dalam, sedangkan sifat andik akan semakin berkurang. Lokasi pada toposekuen 800 mdpl memiliki tujuh horizon tanah yang menunjukkan adanya penimbunan material vulkanik secara berulang, sedangkan pada lokasi dengan kontur yang lebih rendah jumlah horizon semakin sedikit. Tekstur tanah didominasi Sandy Loam, namun mengalami perubahan menjadi Sandy Clay Loam pada foot plain. Hasil klasifikasi tanah berdasarkan USDA menunjukkan bahwa lokasi 800 mdpl tergolong Typic Hapludands, lokasi 500 mdpl tergolong Andic Dystrudepts, sedangkan lokasi 300 mdpl dan 100 mdpl tergolong Pachic Humudepts. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa toposekuen berperan penting dalam pembentukan karakteristik morfologi dan perkembangan tanah akibat pengaruh aktivitas vulkanik serta perubahan posisi topografi di lereng Gunung Semeru.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By