Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Mutu Fisik dan Kimia Kelopak Bunga Mawar Kering
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Sektor pertanian dan hortikultura memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan baku bagi berbagai industri, seperti pangan, kosmetik, herbal, hingga aromaterapi. Sektor-sektor ini berfungsi sebagai landasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penyedia komoditas bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, keamanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan turut mendorong peningkatan terhadap produk berbahan alami. Survei Organic Trade Association (OTA) tahun 2024 menunjukkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z memiliki minat tinggi terhadap produk organik, regeneratif, dan ramah lingkungan sehingga memacu pertumbuhan pasar global (Cardozo, 2024). Kondisi ini turut mendorong peningkatan kebutuhan terhadap komoditas florikultura, termasuk bunga-bungaan yang memiliki nilai jual dan potensi diversifikasi produk yang luas. Bunga mawar merupakan salah satu komoditas florikultura yang saat ini banyak dimanfaatkan. Mawar merupakan tanaman berkayu abadi yang dikenal sebagai tanaman komersial bernilai ekonomi tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa produksi tanaman mawar pada tahun 2024 di Kota Jember mencapai 232.538 tangkai. Penelitian Aprilia et al. (2025) menjelaskan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan bunga mawar masih belum optimal sebab para petani belum banyak melakukan inovasi pengolahan menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Umumnya, bunga mawar hanya dijual kepada tengkulak atau dipasarkan secara langsung ke pasar untuk keperluan ziarah. Kelopak bunga mawar termasuk bahan yang sangat sensitif terhadap perlakuan pascapanen (suhu, oksidasi, penanganan mekanis).
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Oktober 2026_Kholif Basri
