Analisis Tingkat Keberlanjutan Perkebunan Kakao Rakyat di Desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas ekspor strategis Indonesia, namun keberlanjutan usahataninya di tingkat perkebunan rakyat masih menghadapi berbagai tantangan. Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan dinamika usahatani kakao yang kompleks akibat pergeseran komoditas, keragaman umur tanaman, dan variasi pengelolaan kebun antarpetani, sehingga penerapan praktik pertanian berkelanjutan tidak bersifat homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan perkebunan kakao rakyat serta mengidentifikasi atribut pengungkit utamanya, menggunakan data primer dari 56 petani kakao rakyat di Desa Jambewangi. Tingkat keberlanjutan usahatani kakao dianalisis menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui ordinasi MDS untuk memperoleh indeks dan status keberlanjutan pada tiap dimensi, sedangkan atribut pengungkit keberlanjutan diidentifikasi melalui analisis leverage berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) tiap atribut, dengan analisis Monte Carlo digunakan untuk menguji pengaruh kesalahan (error) dalam pendugaan. Atribut yang dianalisis mencakup lima dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi budidaya, lingkungan, manajemen, ekonomi, dan sosial yang disusun mengacu pada standar sertifikasi Rainforest Alliance. Hasil penelitian menunjukkan status keberlanjutan perkebunan kakao rakyat di Desa Jambewangi berada pada kategori Cukup Berkelanjutan (indeks 53,84%). Secara rinci, dimensi ekonomi (36,09%), budidaya (43,71%), dan manajemen (47,60%) berstatus Kurang Berkelanjutan; dimensi sosial (61,34%) Cukup Berkelanjutan; dan dimensi lingkungan (80,45%) Berkelanjutan. Atribut sensitif meliputi pemangkasan rutin, varietas unggul, manajemen dan prioritas penggunaan pupuk, serta pengendalian hama terpadu (budidaya); investasi pengelolaan kebun dan nilai tambah kakao (ekonomi); tidak membuka lahan hutan (lingkungan); identifikasi risiko oleh kelompok tani (manajemen); serta partisipasi kelompok tani dan pelatihan (sosial). Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan usahatani kakao rakyat ditentukan secara bersamaan oleh aspek budidaya, ekonomi, manajemen, sosial, dan lingkungan.

Description

Finalisasi Maya_01 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By