Uji Aktivitas Protein SLPIc Rekombinan Terhadap Penyembuhan Luka Insisi Pada Tikus Wistar Serta Profil Histopatologi

Abstract

Kulit berperan penting sebagai pelindung tubuh dari berbagai faktor eksternal, sehingga kerusakan jaringan akibat luka perlu segera dipulihkan melalui proses penyembuhan yang melibatkan tahapan hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Proses tersebut sering terhambat oleh ketidakseimbangan antara enzim protease dan inhibitornya di area luka, yang memicu degradasi berlebihan pada matriks ekstraseluler dan memperlambat regenerasi jaringan. Secretory Leukocyte Protease Inhibitor (SLPI), khususnya pada domain C (SLPIc), merupakan protein inhibitor protease serin berbobot molekul rendah yang secara alami disekresikan tubuh dan dilaporkan memiliki aktivitas antiprotease, antiinflamasi, serta protektif terhadap kerusakan jaringan. Kajian in vitro sebelumnya telah membuktikan bahwa protein SLPIc rekombinan mampu menghambat kerja enzim elastase secara fungsional, sebagaimana SLPI dalam bentuk utuh. Namun, potensi protein tersebut dalam mempercepat penyembuhan luka in vivo, termasuk pengaruhnya terhadap gambaran mikroskopis jaringan kulit, belum pernah dikaji sehingga menjadi dasar dilakukannya penelitian lanjutan ini.

Description

Validas Oktober 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By