Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Jumlah Kemiskinan Provinsi Jawa Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Kemiskinan masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di
Provinsi Jawa Timur yang pada tahun 2024 mencatat jumlah penduduk miskin sebesar
3,98 juta jiwa, tertinggi di Pulau Jawa meskipun mengalami penurunan tertinggi secara
nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah
terhadap jumlah penduduk miskin di 29 kabupaten di Jawa Timur selama periode 2019–
2024. Variabel yang dianalisis meliputi Belanja Kesehatan, Belanja Pendidikan, Dana
Desa, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dengan metode regresi data panel
menggunakan pendekatan Random Effects Model (REM), yang dipilih berdasarkan hasil
uji Hausman (Prob > chi² = 0,9582).
Hasil estimasi menunjukkan bahwa Dana Desa (lDD) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien sebesar 0,9488 dan p-value 0,000.
BPNT juga menunjukkan pengaruh positif signifikan dengan koefisien 0,0695 dan p-value
0,034. Sebaliknya, Belanja Kesehatan (lBK) dan Belanja Pendidikan (lBP) tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan, dengan masing-masing koefisien 0,0037 (p-value
0,951) dan –0,1334 (p-value 0,337). Nilai konstanta sebesar –11,5646 (p-value
0,005) menunjukkan pengaruh variabel lain di luar model yang turut mempengaruhi
kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan alokasi Dana Desa dan
BPNT belum sepenuhnya efektif dalam menurunkan angka kemiskinan, bahkan
menunjukkan korelasi positif. Sementara itu, peningkatan belanja pada sektor pendidikan
dan kesehatan belum memberikan dampak langsung terhadap penurunan kemiskinan.
Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan fiskal agar lebih tepat
sasaran dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 September 2026_Kholif Basri
