Pengembangan E-LKM Berbasis Problem Based Learning dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Aljabar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki murid dalam pembelajaran matematika karena menjadi dasar untuk memahami konsep dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 3 Jember, pembelajaran matematika pada materi aljabar masih mengalami berbagai kendala. Proses pembelajaran matematika masih cenderung berpusat pada guru sehingga partisipasi murid dalam pembelajaran kurang optimal. Akibatnya, murid lebih berfokus pada memperoleh jawaban akhir daripada memahami proses penyelesaian masalah. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengembangkan E-LKM berbasis Problem Based Learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Sintaks model Problem Based Learning yaitu mengarahkan murid pada masalah, mengarahkan murid untuk belajar, penyelidikan atau penelitian dilakukan oleh individu atau kelompok, penyajian hasil karya, dan evaluasi proses penyelesaian. Model ini juga relevan jika diintegrasikan dengan pendekatakan pembelajaran mendalam karena keduanya menekankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dikembangkan dengan model 4D (define, design, develop, dan disseminate) berdasarkan Thiagarajan dan Semmel (1974). Pengembangan ini dilakukan di SMP Negeri 3 Jember di kelas VII B dengan jumlah 36 murid sebagai subjek uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, soal tes, dan lembar angket respon guru serta murid. Tahapan kegiatan pada penelitian ini diawali dengan kegiatan observasi dan wawancara singkat untuk melihat permasalahan yang ada di sekolah. Setelah itu kegiatan tahap analisis yang dilakukan meliputi permasalahan pembelajaran matematika di kelas, karakteristik murid, materi aljabar yang diajarkan, serta tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Selanjutnya tahap pengembangan E-LKM berbasis problem based learning dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbantuan liveworksheets pada materi aljabar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah murid sampai pada tahap valid. E-LKM di uji cobakan di sekolah SMP Negeri 3 jember pada kelas VII B sebanyak 36 murid. Uji coba dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama melakukan kegiatan pretest. Pertemuan kedua penggunaan E-LKM yang dikembangkan dan posttest. Setelah kegiatan uji coba dilakukan kegiatan analisis data secara statistik dengan bantuan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKM beserta instrumen penelitian terkategori valid dengan nilai 3,83. E-LKM yang dikembangkan terkategori praktis dengan presentase angket respon guru 95% dan presentase angket respon murid 83.5%. Tingkat keefektifan pada E-LKM memperoleh nilai 83.3% yang berarti melebihi dari batas presentase ketuntasan klasikal minimal 75%.

Description

Finalisasi September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By