Peran Aksi Kolektif Peternak Terhadap Usaha Ternak Kambing Peranakan Etawa di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Usaha peternakan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan protein
hewani berupa produk berupa daging, susu dan telur haruslah didukung dengan
potensi besar. Kambing sebagai ternak hewan kecil dapat diandalkan untuk
membantu terpenuhinya kebutuhan daging dan susu. Kambing perah merupakan
salah satu jenis ternak perah yang memiliki potensi untuk menghasilkan susu
dengan kualitas yang baik. Kambing PE merupakan salah satu ternak yang cukup
potensial sebagai penyedia protein hewani baik melalui daging maupun susu.
Jenis ternak ini pemeliharaannya mudah dan reproduksinya lebih cepat
dibandingkan sapi baik dalam menghasilkan susu dan daging, sehingga
keunggulan-keunggulan tersebut mengindikasikan bahwa peternakan kambing
peranakan etawa memiliki potensi yang besar dan prospek yang cerah untuk
dikembangkan. Desa Wonoasri merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi
yang mampu dikembangkan baik dari segi pertanian dan peternakan karena
memiliki sumber daya alam yang melimpah. Salah satu potensi yang dapat
dikembangkan yaitu peternakan kambing PE, namun perlu upaya dari pemerintah
terkait dengan adanya bantuan fasilitas berupa bibit ternak, sarana dan prasarana
pengolahan, serta pembinaan, agar mempermudah pengembangan usaha ternak
kambing peranakan etawa di Desa Wonoasri.
Tindakan kolektif adalah proses pengambilan keputusan bersama untuk
kepentingan masyarakat. Upaya mewujudkan SPR peternakan kambing peranakan
etawa di Desa Wonoasri, memerlukan aksi kolektif peternak. Tinggi rendahnya
tingkat aksi kolektif masyarakat atau peternak akan mempengaruhi kualitas
keputusan atau tindakan yang dijalankan untuk kepentingan bersama. Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik
peternak kambing peranakan etawa terkait aspek sosial dan ekonomi di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, (2) Mengetahui aksi kolektif
peternak dalam usaha ternak kambing peranakan etawa di Desa Wonoasri
Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, (3) Mengetahui korelasi antara aspek
sosial dan ekonomi dengan aksi kolektif peternak pada usaha ternak kambing
peranakan etawa di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.
Penelitian dilakukan di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten
Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitik. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner,
observasi dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini sebanyak 19 anggota
kolompok peternak lembah meru dan anggota kelompok peternak lembah meru 1.
Analisis data yang digunakan meliputi; (1) Analisis Deskriptif, (2) Analisis
skoring aksi kolektif, (3) Analisis korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan: Aspek sosial peternak: (a) rata-rata usia
peternak lebih 49 tahun tergolong usia tua, (b) jumlah anggota keluarga
mayoritas nuclear family, (c) latar belakang pendidikan responden yang paling
banyak yaitu tamatan SD, (d) untuk pengalaman beternak responden rata-rata 11
tahun, dan (e) pengalaman mengikuti pelatihan rata-rata 6 kali. Aspek ekonomi
peternak: (a) luas kandang yang dimiliki rata-rata 41 m², (b) jumlah ternak yang
dibudidayakan minimal 3 ekor dan maksimal 40 ekor, (c) produksi susu rata-rata
memproduksi 139 liter/bln, (d) harga olahan susu untuk steril Rp. 25.000
sedangkan tanpa di steril Rp. 20.000, (e) tingkat penerimaan dari usaha susu
etawa untuk penghasilan yang didapat peternak rata-rata yaitu sebesar Rp
3.000.000/bln, (f) dan tingkat penerimaan dari usaha bibit etawa untuk
penghasilan yang didapat peternak rata-rata yaitu sebesar Rp. 4.000.000/5 bln. (2)
Tingkat aksi kolektif peternak di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten
Jember masuk kategori sedang dengan nilai 41,28, (3) Aksi kolektif mempunyai
hubungan secara signifikan dengan penerimaan susu serta tidak terdapat hubungan
secara signifikan dengan usia, luas kandang, pendidikan, jumlah ternak,
pengalaman beternak, pengalaman pelatihan dan penerimaan bibit.
Description
:: Finalisasi file repositori 29 September 2026_Kurnadi
