Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK
Abstract
Peningkatan produksi batubara setiap bulan di PT Cipta Kridatama site
Dizamatra Powerindo (DMP) mengakibatkan perlu adanya penambahan Run Of
Mine (ROM) agar mampu menampung produksi batubara yang dihasilkan. ROM
4 sebagai ROM baru yang memiliki luas ±3,72 ha belum diketahui daya dukung
tanah base ROM, ketinggian maksimum timbunan, dan analisis kestabilan lereng.
Kestabilan lereng dipengaruhi oleh kondisi statis dan dinamis. Jika terjadi
penurunan tanah pada base ROM dan kelongsoran lereng, maka akan
menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Oleh karena itu, perlu
dilakukan kajian geoteknik pada daya dukung tanah base untuk mengetahui
ketinggian maksimum batubara serta menganalisis kestabilan lereng di sekitar
ROM 4 dalam kondisi statis dan dinamis.
Penelitian dilakukan di ROM 4 PT Cipta Kridatama site Dizamatra
Powerindo. Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan
sekunder. Pengolahan data dilakukan setelah mengumpulkan data secara lengkap.
Data berat volume yang didapatkan dari uji berat volume batubara dan k yang
didapatkan dari konversi nilai CBR (California Bearing Ratio) hasil uji Dynamic
Cone Penetrometer (DCP) digunakan untuk mendapatkan nilai ketinggian
maksimum. Setelah itu, dilakukan pengolahan data kestabilan lereng sebelum dan
sesudah pembebanan, serta dalam kondisi statis dan dinamis dengan memasukkan
penampang melintang, desain ROM 4, dan material properties. Limit Equilibrium
Method (LEM) yang digunakan yaitu, metode Bishop, Janbu, Morgenstern-Price,
dan Spencer.
Berdasarkan hasil pengujian DCP, kekuatan daya dukung tanah base ROM
4 yaitu sebesar 109 kPa atau memiliki nilai CBR sebesar 40%. Sedangkan hasil
uji berat volume batubara yaitu sebesar 1,10 g/cm3
. Perancangan desain timbunan
batubara ROM 4 yang optimal berdasarkan daya dukung tanah memiliki
ketinggian maksimum sebesar 17 m, sudut kemiringan timbunan 36°, dan
kapasitas sebesar 511.594,44 ton. Setelah desain timbunan diketahui, nilai FK
lereng juga diketahui. Nilai FK lereng di sekitar ROM 4 baik sebelum maupun
setelah pembebanan menggunakan metode Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan
Spencer dalam kondisi statis lebih besar dari 1,3 dan kondisi dinamis lebih besar
dari 1,1
,1.
Analisis dilakukan terhadap nilai faktor keamanan lereng di sekitar ROM
4 yaitu sisi utara, selatan, timur, dan barat. Nilai faktor keamanan dianalisis sesuai
dengan standar ketetapan Keputusan Menteri ESDM Nomor
1827/K/30/MEM/2018. Lereng dapat dinyatakan dalam kondisi aman karena nilai
FK dalam kondisi statis statis lebih besar dari 1,3 dan kondisi dinamis lebih besar
dari 1,1. Perhitungan nilai FK lereng sebelum dan setelah pembebanan, baik
dalam kondisi statis dan dinamis di sisi utara memiliki nilai paling kecil. Hal ini
disebabkan oleh adanya lumpur pada lereng yang dapat menambah beban dan
menurunkan nilai FK lereng. Dari metode LEM yang digunakan, metode yang
memiliki nilai FK paling kecil yaitu metode Janbu. Contohnya yaitu nilai FK
lereng setelah pembebanan sisi utara dalam kondisi dinamis, nilai FK metode
Bishop 1,280, metode Janbu 1,174, metode Morgenstern-Price 1,285, dan metode
Spencer 1,314.
Nilai FK dalam keadaan statis baik sebelum atau setelah pembebanan
lebih besar daripada nilai FK dalam keadaan dinamisnya. Hal ini dapat terjadi
karena konstanta seismic load sebagai beban dinamis dapat menambah gaya
pendorong lereng. Akibatnya, kondisi lereng perlahan mengalami penurunan
hingga kondisi lereng menjadi tidak stabil. Semakin besar beban seismik yang
bekerja pada lereng, maka semakin rendah nilai FK lerengnya. Nilai FK sebelum
pembebanan timbunan batubara lebih besar daripada setelah pembebanan
timbunan batubara. Hal ini dapat terjadi karena beban tambahan batubara dan
meningkatnya tekanan air pori dapat menyebabkan kekuatan geser dan kohesi
tanah penyusun lereng menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan FK
pada lereng. Meskipun mengalami penurunan nilai FK, lereng di sekitar ROM 4
masih dalam kondisi aman karena sesuai dengan standar ketetapan Keputusan
Menteri ESDM Nomor 1827/K/30/MEM/2018.
Description
Finalisasi Repository Hasyim Oktober 2026
