Lokalisasi Padang Bulan dan Lokalisasi Sumberloh Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Tahun 1984-2016
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa
Timur yang dapat dikatakan berhasil mengatasi masalah prostitusi. Prostitusi
di
Banyuwangi bukan merupakan permasalahan baru. Salah satu tempat prostitusi
yang eksis di Banyuwangi adalahLokalisasi Padang Bulan di Desa Benelan Kidul,
Kecamatan Singojuruh yang sudah ada tahun 1984 dan baru dihentikan aktivitasnya
pada tahun 2013 lalu. Lokalisasi Padang Bulan menarik untuk dikaji karena Padang
Bulan merupakan lokalisasi terbesar di Banyuwangi.
Perhatian utama penelitian ini adalah menganalisis esksistensi Lokalisasi
Padang Bulan, bagaiman mereka bisa bertahan dan tetap dikenal dengan banyaknya
pesaing lokalisasi lain di Banyuwangi. Selain itu penelitian ini juga mencoba
melihat proses Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menuutp Lokalisasi Padang
Bulan.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah: (1)
heuristik yakni pengumpulan data dengan observasi, (2) kritik sumber, yakni
mengkritik sumber yang didapat melalui sumber primer(dokumentasi
pemerintahan, surat kabar dan sumber lisan yang berasal dari pihak terkait yang
dianggap mengerti), dan sumber sekunder (buku, laporan-laporan dan monografi),
(3) interpretasi yakni dengan mengaitkan informasi yang di dapat dari hasil
penelitian, (4) historiografi yakni penulisan sejarah. Pendekatan Psikologi
digunakan untuk menyusun sejarah yang bersifat deskriptif analitis
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Banyuwangi sebagai
kabupaten yang berkembang memiliki potensi yang tinggi bagi perkembangan
prostitusi salah satunya dengan ditunjukkan eksisinya Lokalisasi Padang Bulan.
Lokalisasi Padangan Bulan menjadi lokalisasi terbesar di Banyuwangi dengan
jumlah PSK lebih dari 100 orang, mucikari sebanyak 50 orang, dan wisma sebanyak
80 buah. Banyaknya kemungkinan buruk yang terjadi dengan adanya Lokalisasi Padang Bulan Pemerintah Kabupaten Banywuangi mengambil inisiataif untuk
melakukan penutupan. Penutupan prostitusi di Padang Bulan oleh pemerintah
ternyata belum mebuahkan hasil yang maksimal walaupun pemerintah sudah
memberi pelatihan dan bantuan dana bagi mereka yang ingin berhenti dari bisnis
prostitusi. Keadaan tersebut dibuktikan dengan masih ditemukan wisma yang
beroperasi dengan 2 sampai 4 PSK saat diadakan razia dadakan oleh Pemerintah
Kecamatan Singojuruh dan Satpol PP.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Sebagai lokalisasi terbesar di
Banyuwangi Padang Bulan membuktikan eksistensinya dari tahun 1984 sampai
tahun 1994. Ditutupnya Padang Bulan tidak menghilangkan masalah prostitusi,
Sumberloh muncul sebagai lokalisasi yang berada tidak jauh dari lokasi Padang
Bulan. Pada tahun 2005 Sumberloh berkembang menjadi lokalisasi terbesar di
Banyuwangi dengan jumlah PSK 210 orang, mucikari 100 orang, dan 196 wisma
pada tahun 2005. Eksistensi Sumberloh harus terhenti pada tahun 2013 karena
wacana pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang akan melakukan penutupan
semua lokalisasi di Banyuwangi. Usaha pemerintah untuk melakukan penutupan
lokalisasi tidak berjalan lancar seperti yang diinginkan. Pada dasarnya Lokalisasi
Sumberloh tidak berhasil ditutup, tetapi hanya meminimalisir jumlah PSK dan
mucikari yang beroperasi. Beberapa PSK yang dipulangkan setelah mendapatkan
pelatihan dan bantuan dana dari pemerintah memilih untuk kembali bekerja di
Padang Bulan. Kembalinya PSK bekerja di Padang Bulan dikarenakan tidak
berjalannya usaha dari hasil pelatihan yang diberikan pemerintah.
Description
:: Finalisasi file repositori 28 September 2026_Kurnadi
